Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penyuluhan dan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Ampas Kelapa sebagai Pakan Ternak Fermentasi (Silase) di Desa Banjarsengon Jember: Penyuluhan dan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Ampas Kelapa sebagai Pakan Ternak Fermentasi (Silase) di Desa Banjarsengon Jember Nita Kuswardhani; Andi Eko Wiyono; Nidya Shara Mahardika; Himmatul Khasanah; Ayu Kuscahyaningtyas
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2157

Abstract

Kelapa (Cocos nucifera L.) merupakan salah satu tanaman yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, hampir seluruh bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan. Indonesia sebagai negara tropis juga menjadi salah satu negara penghasil kelapa terbesar di dunia, dengan angka produksi mencapai 2,8 juta ton per tahunnya. Salah satu daerah dengan potensi kelapa yang tinggi yakni Desa Banjarsengon yang terletak di Kecamatan Patrang, Jember. Mayoritas warga desa ini berprofesi sebagai petani dan peternak, dan 90% masyarakat desa ini memiliki pohon kelapa. Pemanfaatan utama pohon kelapa di desa ini berfokus pada buahnya, yang mana pada umumnya dijual secara langsung ke pedagang. Pemanfaatan lain terhadap buah kelapa yakni dengan dibuat menjadi santan. Proses pengolahan buah kelapa menjadi santan menghasilkan limbah yang tidak bisa terhindarkan, yakni ampas kelapa. Limbah ampas kelapa yang pada umumnya langsung dibuang, ternyata masih memiliki berbagai kandungan yang dapat bermanfaat sebagai pakan ternak, seperti protein kasar dan serat kasar. Sehubungan dengan mayoritas penduduk desa yang memiliki hewan ternak, maka pemanfaatan limbah ampas kelapa sebagai bahan tambahan pakan ternak tepat untuk dilakukan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan terhadap masyarakat Desa Banjarsengon dalam memanfaatkan limbah ampas kelapa menjadi bahan tambahan pakan ternak. Masyarakat memberikan respon yang sangat positif terhadap pelaksanaan kegiatan ini, sebagaimana sebelumnya belum pernah dilakukan penyuluhan terkait limbah ampas kelapa.