Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Penggunaan Obat Steril Pada Siswa SD Negeri 01 Desa Pesouha, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara Sasmita Nabila Syahril; Harun Harun; Dimas Dimas; Rusdayanti Rusdayanti; Ardiyanti Wardana; Resky Aeni; Hikmah Hikmah; Rahman Rahman; Jestin Jestin; Sarratul Fatma; Anisa Akbar; Fatma Fatma
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2287

Abstract

Kesehatan anak usia sekolah dasar merupakan aspek penting dalam pembentukan kebiasaan hidup sehat sejak dini. Namun, masih banyak siswa yang belum memahami penggunaan obat steril non-parenteral seperti salep mata, tetes mata, tetes hidung, dan tetes telinga secara benar dan aman. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Pesouha, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, pada tanggal 28–29 Juli 2025 dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa mengenai penggunaan obat steril. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, wawancara, penyuluhan interaktif berbasis media visual, serta simulasi praktik menggunakan alat peraga. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman siswa, dengan skor rata-rata meningkat dari 46,2 menjadi 80,5 (kenaikan 74,2%). Lebih dari 90% siswa mampu mempraktikkan penggunaan obat steril sesuai prosedur yang diajarkan. Hasil ini sejalan dengan teori Health Belief Model, Piaget, Bandura, dan Cone of Experience, yang menekankan pentingnya pengetahuan, pengalaman konkret, serta pembelajaran berbasis praktik dalam membentuk perilaku kesehatan. Secara keseluruhan, kegiatan edukasi ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan kognitif, tetapi juga keterampilan praktik siswa, serta mendapat dukungan positif dari guru dan petugas UKS. Disarankan kegiatan serupa diperluas ke kelas lebih rendah dan melibatkan orang tua, agar dampaknya lebih menyeluruh dan berkelanjutan.