Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Zona Aktif Pertambangan dalam Penangangan Stunting Melalui Integrasi Teknologi Gizi NutriKukis dan Neurolearning di Kabupaten Kolaka Penguatan Roslina Roslina; Tundreng Syarifuddin; Naim Rosani; Salma Wa Ode; Sumarna Nana; Saptaputra Syawal Kamiluddin; Saleh Ramlah; Amin Muhtar; Anggun Anggun; Tansilal Muh. Rijal; Sandriad Dini Gustry; Handayani Giska Sri; Mardatilla Fatma Ainun
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2384

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Muara Lapao-Pao, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, dengan tujuan meningkatkan kualitas kesehatan dan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir melalui integrasi teknologi digital, pendekatan neurolearning, dan inovasi pangan lokal. Kegiatan ini berangkat dari permasalahan rendahnya manajemen layanan posyandu, tingginya kasus stunting pada balita, serta terbatasnya keterampilan ekonomi perempuan nelayan dalam mengolah dan memasarkan hasil laut. Metode pelaksanaan meliputi tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Dua kelompok mitra dilibatkan, yaitu Posyandu Anggrek Bulan yang beranggotakan 43 kader dan ibu balita, serta Kelompok Wanita Nelayan Teppoe yang terdiri atas 25 anggota aktif. Pelatihan diberikan dalam bentuk penggunaan aplikasi manajemen data posyandu berbasis neurolearning, edukasi gizi dan parenting, pembuatan produk olahan ikan bernutrisi dalam bentuk nutrikukis bulu babi, pembuatan pupuk cair dari limbah ikan, serta pemasaran digital melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan kader posyandu dalam mengelola data digital hingga 85%, peningkatan keterampilan konseling gizi sebesar 78%, penurunan jumlah balita stunting dari 21 menjadi 15 anak, serta peningkatan pendapatan kelompok wanita nelayan dari Rp1.200.000 menjadi Rp2.100.000 per bulan. Kegiatan ini juga berhasil membangun kolaborasi antara sektor kesehatan dan ekonomi melalui pemanfaatan limbah ikan untuk kebun gizi posyandu. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil mengembangkan model pemberdayaan masyarakat pesisir yang mengintegrasikan teknologi, pendekatan karakter, dan inovasi lokal secara berkelanjutan. Kebaruan kegiatan ini terletak pada penerapan neurolearning dalam pengelolaan posyandu serta penerapan ekonomi sirkular yang memperkuat keterlibatan masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan berbasis potensi lokal.