Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Business Model Canvas di Desa Iloheluma Kabupaten Bone Bolango St. Aisyah R; Ria Indriani; Supriyo Imran; Nurinda Abas; Putri Utami Asimin
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2570

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Iloheluma, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango dengan tujuan utama memperkuat kemampuan masyarakat dalam merancang serta mengelola usaha yang berakar pada potensi lokal melalui pelatihan kewirausahaan berbasis pendekatan business model canvas. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha, meningkatkan keterampilan manajerial dan mendorong terciptanya kemandirian ekonomi di tingkat desa. Pelaksanaan kegiatan meliputi serangkaian tahapan yakni observasi, penyuluhan mengenai konsep dasar kewirausahaan, pelatihan teknis penyusunan model bisnis, pendampingan intensif bagi kelompok peserta serta evaluasi terhadap hasil kegiatan. Pelatihan yang berlangsung pada 7 Juni 2024 di Aula Kantor Desa Iloheluma ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga dan aparat desa. Para peserta dibagi kedalam empat kelompok usaha yaitu Ayam Geprek Sayang, Pisang Nugget Rindu, Mie Anakonda, dan Brownies Kukus Keju. Setiap kelompok mendapatkan pendampingan dalam menyusun sembilan komponen utama model bisnis mencakup segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran distribusi, hubungan pelanggan, aliran pendapatan, sumber daya utama, aktivitas utama, mitra kunci, dan struktur biaya. Hasil kegiatan memperlihatkan peningkatan kapasitas yang signifikan dimana pengetahuan peserta naik dari 30% menjadi 85%, sedangkan keterampilan penyusunan rencana bisnis meningkat dari 30% menjadi 80%. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan efektivitas pendekatan business model canvas dalam memperkuat kapasitas kewirausahaan masyarakat desa. Dampak nyata dari kegiatan ini ialah terbentuknya empat kelompok usaha baru yang memiliki rencana bisnis terarah dan berpotensi berkembang secara mandiri.