Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektifitas Pendidikan Kesehatan Tentang Pemberian MP-ASI Dini Terhadap Bayi Usia 6-12 Bulan di Puskesemas Meskom Bengkalis Yulisa Angriyani; Komaria Susanti
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2796

Abstract

ASI eksklusif diberikan selama 6 bulan pertama tanpa tambahan makanan/minuman lain, kecuali obat. Setelah itu, bayi memerlukan MP-ASI karena kebutuhan gizinya meningkat. MP-ASI penting untuk perkembangan bayi dan mencegah masalah gizi seperti stunting dan wasting. Namun, masih banyak orang tua yang kurang paham tentang waktu, jenis, dan cara pemberian MP-ASI yang benar. Di Indonesia, masalah gizi pada bayi masih tinggi, meski sebagian besar orang tua mendapat informasi dari tenaga kesehatan. Studi di Puskesmas Meskom menunjukkan 40% bayi bergizi kurang dan 10% bergizi buruk. Edukasi intensif tentang MP-ASI sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dan mencegah masalah gizi. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan tentang pemberian MP-ASI Dini terhadap status gizi bayi usia 6–12 bulan di Puskesmas Meskom Bengkalis. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan one group pre-test post-test design. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Meskom Bengkalis pada bulan Maret–Juli 2025 dengan sampel seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan sebanyak 20 orang. Jenis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Pengolahan data menggunakan Editing, Coding, Tabulating, Processing, Cleaning kemudian dianalisa menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang pemberian MP-ASI dini, terdapat 4 bayi (20%) dengan status gizi kurang dan 2 bayi (10%) berisiko gizi lebih. Setelah intervensi, jumlah bayi dengan gizi kurang menurun menjadi 1 bayi (10%). Rata-rata status gizi sebelum intervensi adalah 1,40 (SD 0,681) dan setelah intervensi menurun menjadi 1,05 (SD 0,224). Uji Wilcoxon Signed Rank Test menghasilkan nilai Z = -2,070 dengan P = 0,038 (P < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari pendidikan kesehatan terhadap perbaikan status gizi bayi usia 6–12 bulan di Puskesmas Meskom Bengkalis.