Menyikapi tren perkembangan industri dan dunia digital di masa depan membutuhkan persiapan bagi generasi muda sejak dini untuk memiliki kemampuan literasi teknologi salah satunya dengan keterampilan berpikir sistematis yang dapat dimulai dari keterampilan pemrograman. Dalam upaya membantu menyiapkan kemampuan tersebut, tim dari Fakultas Teknik Elektro Universitas Telkom melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat di SMP Hamidah Sampurna (SHS), Kabupaten Bandung. Kegiatan ini difokuskan pada penerapan microbit sebagai media pembelajaran pemrograman melalui pembuatan aplikasi teks berjalan bagi siswa SMP Hamidah Sampurna, Kabupaten Bandung. Kegiatan telah dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 2025 dan melibatkan berbagai elemen pendidikan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan teknologi dan pemrograman kepada siswa SMP melalui pendekatan praktis dan berbasis proyek. Metode kegiatan dilakukan melalui pelatihan langsung menggunakan perangkat microbit yang dirancang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa kelas dua SMP. Kegiatan ini juga melibatkan guru, dan siswa dengan total 58 peserta. Data kegiatan terdiri atas data kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat kepuasan, serta respons peserta terhadap pelaksanaan kegiatan. Data tersebut dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner berbasis skala Likert dan observasi setelah pelatihan, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memaparkan capaian. Hasil survei menunjukkan bahwa total 93% peserta sangat setuju materi sesuai kebutuhan, 100% total setuju dan sangat setuju menilai teknologi yang disajikan sangat bermanfaat, dan 94% setuju dan sangat setuju menyatakan materi mudah dipahami. Sebanyak 94% peserta berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa depan. Kegiatan ini menunjukkan tingkat antusiasme peserta yang tinggi serta efektivitas penerapan pendekatan pembelajaran berbasis proyek. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan universitas turut memperkuat proses pembelajaran, sekaligus berkontribusi dalam peningkatan literasi digital dan keterampilan pemrograman siswa, serta membangun sinergi yang positif antar pemangku kepentingan pendidikan.