Ashlikhatul Fuaddah
Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Gamelan Jawa di Sanggar Seni Larasati, Padamara, Purbalingga: Upaya Pelestarian Seni dan Peningkatan Citra Diri Exwan Andriyan Verrysaputro; Kilau Riksaning Ayu; Ashlikhatul Fuaddah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 6 (2024): JPMI - Desember 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3184

Abstract

Gamelan Jawa merupakan warisan budaya yang kaya dan mendalam dari pulau Jawa, Indonesia. Citradiri ialah suatu upaya individu untuk membentuk dan mengelola citra atau reputasi merekasendiri. Pelatihan Gamelan Jawa dapat dijadikan sebagai media untuk meningkatkancitradiridalam bidang Seni. Sanggar Seni Larasati ialah salah satu sanggar yang terdapat diKabupatenPurbalingga yang berfokus pada kegiatan Seni Tari dan Teater Tradisi. Dalam melaksanakan kegiatan sanggar, masih terjadi permsalahan terkaitnya minimnya latihan pada bidang seni musik karawitan. Pengabdian kepada Masyarakat yang mengangkat judul Pelatihan Gamelan Jawa sebagai Upaya untuk Melestarikan Seni Tradisi dan Meningkatkan Citra Diri pada Kelompok Sanggar Seni Larasati Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga ini bertujuan untuk: 1) Memberikan pelatihan gamelan Jawayang sesuai dengan kebutuhan acara-acara di masyarakat, 2) Menerapkan kemampuan bermain gamelan Jawa dalam acara-acara di masyarakat. Indikator keberhasilan kegiatan ini diukur dengan kemampuan kelompok sanggar seniLarasati dalam memraktikan gamelan Jawa dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat. Metode yang digunakan pada pelaksanaan pengabdian ini adalah metode ceramah, demonstrasi dan praktik. Tolak ukur yang digunakan ialah peningkatan keterampilan, motivasi, dan antusiasmne kelomok sanggar seni Larasati dalam mengikuti program pelatihan. Evaluasi menggunakan pretest dan posttest menunjukkan peningkatan keterampilan sebesar 67%. Pelatihan ini berkontribusi pada pelestarian seni budaya lokal dan peningkatan citra diri anggota sanggar seni.