Hairul Anwar
Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosiologi dan Politik, Universitas Andalas, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi Makanan Pendamping ASI (MPASI) dan Inovasi Pembuatan Abon berbahan Ikan di Nagari Sikucur Barat, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman Annisa Putri; Yevita Nurti; Hairul Anwar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 2 (2025): JPMI - April 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3465

Abstract

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tersedianya sumber daya pangan pada satu komunitas tidak menjamin terpenuhinya kebutuhan gizi dan vitamin, terutama bagi anak-anak. Minimnya pengetahuan ibu untuk variasi makanan menjadi salah satu penyebabnya, terutama makanan pendamping ASI (MP-ASI). Hal ini menjadi satu persoalan di Nagari Sikucur Barat, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman. Nagari Sikucur Barat ini sebagai wilayah pesisir sangat dekat dengan laut dan hasil laut yang merupakan sumber daya pangan utama. Permasalahan prioritas yang dihadapi Nagari Sikucur Barat adalah minimnya pengetahuan ibu terhadap makanan bergizi yang diberikan untuk bayi, khususnya MP-ASI, dan kurangnya pengetahuan ibu-ibu terhadap makanan alternatif untuk bayi. Ikan sebagai sumber bahan pangan utama yang tersedia di Sikucur Barat sangat berlimpah, artinya setiap hari ikan dapat diperoleh dengan mudah. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu yang memiliki anak balita mengenai pentingnya makanan yang sehat dan bergizi untuk anak dan variasi makanan dengan bahan utama ikan. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan praktik memasak abon berbahan ikan. Hasil dari kegiatan ini adalah abon ikan yang dimasak bersama-sama dengan para ibu, dan pemberian hadiah kepada lima pemenang yang bisa menjawab pertanyaan setelah sosialisasi dilakukan.