Arief Rais Bahtiar
Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak, Telkom University, Purwokerto

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Spreadsheet untuk Digitalisasi Laporan Pemantauan Jentik Nyamuk di Desa Ledug, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah Tenia Wahyuningrum; Zein Hanni Pradana; Prasetyo Yuliantoro; Arief Rais Bahtiar; Teotino Gomes Soares
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 5 (2025): JPMI - Oktober 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3823

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi masalah kesehatan global merupakan penyakit dengan angka kematian tinggi di negara tropis seperti Indonesia. Dalam upaya pencegahan peningkatan kasus, diperlukan peran masyarakat melalui kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang memastikan lingkungan bebas dari jentik nyamuk Aedes Aegepty sebagai media penularan penyakit DBD. Kendala yang dihadapi yaitu pada pengumpulan, pencatatan, dan pelaporan hasil pemantauan jentik karena masih menggunakan metode manual. Untuk mengatasi masalah ini, diadakan program pelatihan penggunaan aplikasi spreadsheet bagi kader Jumantik, sehingga pelaporan lebih efektif dan efisien. Program pelatihan dilaksanakan dalam empat pertemuan yang mencakup pengenalan, pembuatan format pencatatan, analisis dan visualisasi, serta pelaporan. Pelaksanaan program melibatkan Dinas Kesehatan dan Puskesmas, dan 13 kader Jumantik perwakilan dari setiap Rukun Warga (RW) di Desa Ledug, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Hasil pelatihan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada pemahaman kader Jumantik terhadap penggunaan aplikasi spreadsheet untuk pelaporan pemantauan jentik, dan adanya peningkatan pemahaman kader Jumantik sebesar 21%. Hasil survei kepuasan menunjukkan rata-rata 89% peserta merasa sangat puas terhadap kegiatan pelatihan. Hal ini menunjukkan dampak positif sehingga mampu menjadi langkah penting menuju sistem kesehatan yang lebih responsif, terintegrasi, dan berkelanjutan, sehingga program ini dapat dijadikan model bagi wilayah lain dengan permasalahan serupa.