Ahmad Mustanir
Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat dengan Pendekatan Partisipatif melalui Green Village Project untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan di Desa Maddenra, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan Sandi Lubis; Ahmad Mustanir; Jamaluddin Ahmad; Muhammad Rais Rahmat Razak; Erfina Erfina; Sunandar Said; Syahrir L; Sapri Sapri; Abdul Jabbar; Kamaruddin Sellang; Muhammad Nur; Muhammad Younus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 5 (2025): JPMI - Oktober 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4095

Abstract

Pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Maddenra, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan masih rendah, sehingga sebagian besar rumah tangga bergantung pada pasar untuk memenuhi kebutuhan pangan dan mengeluarkan biaya yang cukup tinggi. Program Green Village Project dirancang sebagai solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis partisipatif. Kegiatan ini menggunakan pendekatan participatory action yang melibatkan 25 rumah tangga selama enam bulan. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan budidaya hortikultura, pendampingan intensif, serta monitoring dan evaluasi berbasis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata luas pekarangan yang dimanfaatkan dari 30 m² menjadi 75 m² (naik 150%), peningkatan produksi sayuran dari 5 kg menjadi 20 kg per musim tanam (naik 300%), serta penghematan pengeluaran rumah tangga sebesar Rp50.000–Rp100.000 per minggu. Dampak sosial juga terlihat melalui terbentuknya kelompok tani pekarangan dan meningkatnya solidaritas warga. Program ini terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal secara mandiri, sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan dan kemandirian desa.
STRATEGI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KABUPATEN LAYAK ANAK DALAM MENEKAN PERKAWINAN USIA ANAK DI SIDENRENG RAPPANG Hikmayati Tantu; Ahmad Mustanir; Sandi Lubis
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 9 No 1 (2026): PAPATUNG Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v9i1.1568

Abstract

Perkawinan usia anak atau disingkat dengan PUA adalah merupakan masalah kompleks yang berdampak langsung pada hak anak seperti, kesehatan reproduksi, berkelanjutannya pendidikan, serta kualitas pembangunan manusia. Kebijakan Pemerintah Indonesia Kabupaten Layak Anak (KLA mengembangkan) sebagai kerangka strategi untuk melindungi anak, termasuk mencegah perkawinan dini. Meski demikian, di daerah seperti Kabupaten Sidenreng Rappang, praktik ini tetap berlangsung meskipun ada kebijakan dan lembaga pendukung. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi KLA dalam pencegahan perkawinan usia anak, dengan meneliti strategi pelaksanaan dan dinamika tata kelola kolaboratif. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, penelitian melakukan analisis kritis terhadap dokumen kebijakan, regulasi, dan literatur ilmiah yang relevan. Analisis data bersifat deskriptif-analitis dengan pendekatan tematik, berdasarkan teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn serta konsep Collaborative Governance Ansell dan Gash. Hasil kajian menunjukkan implementasi KLA didukung kerangka regulatif dan kelembagaan, namun efektivitasnya dibatasi oleh struktur kolaborasi lintas sektor yang lemah, koordinasi yang belum terlembaga, keterbatasan sumber daya, serta kuatnya norma sosial budaya yang mentoleransi perkawinan usia anak. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan KLA tidak hanya bergantung pada pemenuhan administratif, tetapi juga pada penguatan tata kelola kolaboratif yang inklusif, kontekstual, dan berkelanjutan untuk perlindungan anak secara efektif.