Ronny Yudhi Septa Priana
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Literasi Digital untuk Pencegahan Cyberbullying bagi Generasi Z melalui Sosialisasi, Pelatihan Interaktif, dan Pendampingan di Kota Serang, Provinsi Banten Ronny Yudhi Septa Priana; Nguyen Minh Tri; Rina Fitriana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 5 (2025): JPMI - Oktober 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4153

Abstract

Perkembangan teknologi digital menghadirkan dampak positif sekaligus tantangan serius, salah satunya meningkatnya kasus cyberbullying di kalangan generasi muda. Fenomena ini menjadi ancaman nyata bagi kesejahteraan psikologis dan sosial remaja, sehingga diperlukan langkah preventif yang sistematis. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi digital Generasi Z di Kota Serang melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan interaktif, dan pendampingan daring yang melibatkan 40 peserta dari pengurus OSIS dan komunitas mahasiswa. Materi kegiatan berfokus pada empat pilar literasi digital Kementerian Komunikasi dan Informatika, yaitu etika digital, budaya digital, keamanan digital, dan keterampilan digital. Metode pelatihan menggunakan case-based learning dengan studi kasus nyata cyberbullying di Indonesia untuk meningkatkan kemampuan analisis, empati, dan tanggung jawab peserta dalam bermedia digital. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada seluruh aspek literasi digital dengan rentang peningkatan 29–37% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Peserta juga menunjukkan perubahan sikap terhadap perilaku cyberbullying serta menghasilkan kampanye digital kreatif bertema “Stop Cyberbullying” yang disebarluaskan melalui media sosial. Program ini terbukti efektif dalam membentuk generasi muda yang kritis, bijak, dan beretika dalam menggunakan ruang digital, sekaligus melahirkan kader literasi digital yang berperan sebagai duta anti-cyberbullying di komunitasnya. Dengan demikian, literasi digital dapat menjadi strategi preventif berkelanjutan untuk membangun ekosistem digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.