Andi Mauliyana
Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Penanganan Sampah Organik dengan Biokomposter dan Bak Sampah di Desa Lakomea Kecamatan Anggalomoare Kabupaten Konawe Putri Gina Amaliya; As Samii Ramadhani; Theresia Anastasia Abat S. F; Waode Siti Nurhalizah; Nur Amalia Muna; Aswar Hidayat; Ian Eka Faradita; Risda Yanti; Putri Ferdayanti; LM. Ikhwan Anami S; Andi Mauliyana; Laode Muhammad Ikhsan; Sitti Marya Ulva; Hartian Amaliya; Sintya Waturu
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 1 No. 1 (2024): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/rckjvd64

Abstract

Sampah rumah tangga adalah limbah yang bersifat padat terdiri dari zat organik dan zat anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan, 70% dari produk sampah rumah tangga adalah sampah organik yang masi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk baik cair maupun padat, jika diolah lebih lanjut. Rumah tangga sebagai produsen sampah, sepatutnya bertanggung jawab terhadap sampah yang diproduksi Penanganan sampah yang baik dimulai dari sumber sampah itu sendiri, sumber sampah rumah tangga di kelolah oleah anggota rumah tangga sebagai bentuk tanggung jawab anggota rumah tangga terhadap sampahnya. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan Mengedukasi masyarakat cara mengelolah sampah organik menjadi POC (Pupuk Organik Cair) dengan Biokomposter dan Bak Sampah. Program ini diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat serta demontrasi dan pendampingan kepada masyarakat partisipan masing masing 10 KK setiap Dusun di 1 Desa selama 2 Minggu. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa anggota rumah tangga partisipan telah mengelelola sampahnya dengan baik, menghasilkan POC dan padat tetapi belum diaplikasikan pada tanaman, meningkatnya semangat dari masyarakat untuk didampingi dalam pembuatan komposter ember tumpuk.
Edukasi Sanitasi Rumah Tangga sebagai Upaya Pencegahan ISPA di Wilayah Pertambangan Kabupaten Konawe Fitri Yanti; Erwin Azizi Jayadipraja; Sitti Marya Ulva; Andi Mauliyana; Laode Muhamad Yasmin; Besse Nurjannah
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 2 No. 2 (2025): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/ry8kkd43

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular dengan prevalensi tinggi, terutama di wilayah pertambangan yang rentan terhadap pencemaran udara. Di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, ISPA menempati urutan pertama dalam 10 besar penyakit terbanyak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya sanitasi rumah tangga dalam pencegahan ISPA. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan langsung dengan pendekatan partisipatif di Balai Desa Morosi pada 2 Juli 2025, diikuti oleh 30 peserta. Materi meliputi kebersihan lingkungan rumah, ventilasi sehat, pencegahan paparan asap rokok dan polusi dalam rumah, serta praktik sanitasi dasar. Evaluasi dilakukan melalui diskusi kelompok untuk menggali pemahaman dan komitmen peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat bahwa ventilasi, kebersihan kasur, pencegahan jamur hitam (black mold), penghentian kebiasaan merokok dalam rumah, serta etika batuk/bersin dan cuci tangan pakai sabun merupakan langkah penting dalam pencegahan ISPA. Simpulan, edukasi sanitasi rumah tangga terbukti efektif sebagai strategi promotif dan preventif berbasis masyarakat untuk menurunkan risiko ISPA di wilayah pertambangan.
Pemberdayaan Kader Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Untuk Pencegahan ISPA di Desa Morosi Sitti Marya Ulva; Andi Mauliyana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v4i2.1486

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Desa Morosi, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap dampak kesehatan akibat pengelolaan sampah yang tidak tepat menjadi faktor utama yang perlu diatasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan kader kesehatan dalam mengelola sampah rumah tangga secara sehat guna mengurangi risiko ISPA. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, forum diskusi kelompok, pelatihan kader, dan demonstrasi praktik pengelolaan sampah menggunakan alat komposter yang diikuti oleh 30 orang kader kesehatan desa. Evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang terdiri dari 20 soal pilihan ganda dengan sistem skoring 0–1 per soal dan kategori penilaian baik (≥80%), cukup (55–79%), dan kurang (<55%). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan kader, di mana rata-rata skor meningkat dari 11,2 menjadi 17,8 (peningkatan 58,93%) dan proporsi kader dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 10% menjadi 86,67%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek penggunaan alat komposter (109,71%) dan pemahaman dampak pembakaran sampah terhadap ISPA (84,73%). Selain itu, 76,67% kader telah menerapkan pengelolaan sampah yang benar di rumah mereka dan aktif mengedukasi masyarakat sekitar. Pemberdayaan kader melalui pendekatan edukatif dan partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan sampah rumah tangga serta berkontribusi dalam upaya pencegahan penyakit ISPA di Desa Morosi.
Faktor Risiko yang Mempengaruhi Kesembuhan Penderita TB Paru BTA Positif di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Risnanda; Sitti Marya Ulva; Andi Mauliyana
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/

Abstract

Kasus baru TB BTA Positif di Puskesmas Puuwatu yaitu sebesar 59 kasus dengan angka kesembuhan sebesar 35 responden sehingga hal ini menunjukkan masih rendahnya tingkat kesembuhan pasien TB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi kesembuhan penderita TB Paru BTA Positif di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. Jenis penelitian analitik dengan rancangan Case Control Study. Populasi berjumlah 59 kasus dan sampel berjumlah 48 responden. Analisis data menggunakan Cochran’s and Maentel-Haenszel Statistics. Hasil penelitian yaitu peran PMO berisiko terhadap kesembuhan penderita tuberkulosis paru (OR=5,3). Dukungan keluarga berisiko terhadap kesembuhan penderita tuberkulosis paru (OR=7,0) dan kepatuhan minum obat berisiko terhadap kesembuhan penderita tuberkulosis paru (OR=253,0) di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa peran PMO, dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat berisiko terhadap terhadap kesembuhan penderita tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. Diharapkan Puskesmas Puuwatu untuk lebih meningkatkan penyuluhan tentang Tuberkulosis Paru dan perawatannya secara langsung khususnya ke rumah keluarga dengan anggota keluarga yang menderita TB paru.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Sanitasi Rumah Tinggal Suku Bajo di Desa Leppe Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Saprin Saprin; Andi Mauliyana; Laode Muhamad Yasmin
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/

Abstract

Pengetahuan dan sikap masyarakat setempat diketahui masih rendah tentang akibat yang ditimbulkan jika sanitasi lingkungan pemukiman menjadi buruk atau kotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sanitasi rumah tinggal suku bajo di Desa Leppe Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu dalam bentuk analisis univariat dan analisis bivariat. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 253 responden dengan jumlah sampel yaitu 72 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode Random sampling dengan cara memilih sampel berdasarkan kriteria objektif yang sudah ditentukan. Hasil penelitian ini dari 72 responden berdasarkan hasil analisis data yang menggunakan uji statistik chi square dan uji phi adapun hasil penelitian. Pengetahuan dengan sanitasi rumah tinggal. X2hitung = 8.307 > nilai X2tabel = 2.961 memiliki hubungan lemah. sikap dengan sanitasi rumah tinggal. X2hitung = 22.883 > nilai X2tabel = 2.961 memiliki hubungan yang kuat. pendapatan dengan sanitasi rumah tinggal X2hitung = 3.486 > nilai X2tabel = 2.961 memiliki hubungan yang lemah.
Faktor Risiko Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Musrifa Mustamin; Titi Saparina L; Andi Mauliyana
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v4i1.757

Abstract

Penyakit Gagal ginjal kronik kini dikenal luas sebagai salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia dengan prediksi yang menunjukkan bahwa penyakit ini akan menjadi penyebab kematian tertinggi kelima secara global pada tahun 2040. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko pasiel gagal ginjal kronik yang menjalani helmodialisis di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif pendekatan analitik dengan rancangan Case Control Study. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 771 orang dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 154 orang. Analisis data menggunakan perhitungan Odds Ratio (OR) dalam uji Cochran’s and Maentel-Haenszel. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar ureum dalam darah berisiko terhadap GGK (OR=167,8), hipertensi berisiko terhadap GGK (OR=10,3), diabetes melitus berisiko terhadap GGK (OR=2,8), riwayat keluarga tidak berisiko terhadap GGK (OR=1), kebiasaan merokok berisiko terhadap GGK (OR=2,1) di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu kadar ureum dalam darah, hipertensi, diabetes melitus dan riwayat merokok berisiko terhadap gagal ginjal kronik, sedangkan riwayat keluarga tidak berisiko terhadap gagal ginjal kronik. Diharapkan kepada Petugas kesehatan untuk lebih sering memberikan penyuluhan mengenai hal – hal apa saja yang harus diperhatikan pada pasien yang menderita gagal ginjal kronik (Chronic Kidney Disease), serta memotivasi pasien agar rutin melakukan hemodialisis sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Analisis Sanitasi dan Hygiene Pada Kesehatan Balita: Studi Kasus Kejadian Stunting di Lalonggasumeeto Andi Mauliyana; Novi Aprilia; Besse Jannah
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v4i3.1119

Abstract

Stunting merupakan kondisi tubuh anak berperawakan pendek yang dibuktikan dengan panjang atau tinggi badannya kurang dari normal jika dibandingkan dengan anak seusianya berdasarkan jenis kelamin. Berdasarkan tinggi badan menurut umur (TB/U), klasifikasi stunting dibagi menjadi 2 yaitu pendek dan sangat pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dan personal hygiene ibu dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas lalonggasumeeto. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Lalonggasumeeto. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 orang. Data diperoleh dari wawancara dan observasi menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.  Hasil penelitian dengan uji statistik Chi Square pada taraf kepercayaan 95% menunjukkan bahwa sanitasi lingkungan dan personal hygiene dengan kejadian stunting dengan nilai p value < 0,05 memiliki hubungan dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Lalonggasumeeto. Bagi Petugas kesehatan khususnya pengelola program kesehatan lingkungan untuk lebih mengintensifkan penyuluhan tentang perilaku hidup bersih mulai dari memperhatikan dan mesosialisasikan kepada masyarakat tentang sanitasi lingkungan