Febriana Muchtar
Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penyuluhan Bahaya dan Dampak Bullying Terhadap Kesehatan Mental dan Sosial Remaja SMP Negeri 10 Kendari Hartati Bahar; Febriana Muchtar; Halma Halma; Hardelia Hardelia; Ikma Nur Hidaiyah; Lis Astuti; Muh. Zhaldri; Nur Neza; Devi Safitri Effendy; Hariati Lestari; Ramadhan Tosepu
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 2 No. 2 (2025): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/qr7k0402

Abstract

Bullying merupakan tindakan yang disengaja untuk menyakiti orang lain secara fisik, verbal, atau emosional. Berdasarkan informasi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Sulawesi Tenggara, tercatat ada 261 kejadian kekerasan terhadap anak pada tahun 2022, yang meningkat menjadi 329 kasus di tahun 2023, dengan jumlah kasus yang mayoritas berkaitan dengan bullying di sekolah. Berdasarkan laporan WHO (2020), sekitar 37% anak perempuan remaja dan 42% anak laki-laki remaja pernah menghadapi perundungan. Tipe-tipe perundungan yang terjadi termasuk kekerasan seksual, konflik fisik, dan tindakan bullying. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan perilaku pelajar di SMP Negeri 10 Kendari mengenai bahaya perundungan, termasuk dampak yang dapat memengaruhi kesehatan mental, seperti stres, kecemasan, dan depresi. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, permainan edukatif, dan diskusi, melibatkan 27 siswa sebagai partisipan. Penilaian dilakukan melalui uji awal dan uji akhir. Data dari kegiatan penyuluhan memperlihatkan bahwa dari 27 responden yang dianalisis, 21 orang (78%) memiliki pemahaman yang baik, 5 orang (19%) memiliki pemahaman yang cukup, dan 1 orang (4%) memiliki pemahaman yang sangat rendah. Kesimpulannya, penyuluhan efektif meningkatkan pemahaman siswa tentang bullying, dan disarankan kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan positif.