Ibesse
Program Studi Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat dalam Penerapan PSN 3M Plus dan Konsep Rumah Sehat untuk Pencegahan DBD Erniwati Ibrahim; Hasanuddin Ishak; Muh. Fajaruddin Natsir; Anwar Mallongi; Qhaerunnisa Sahabuddin; Avilia Malani; Maghfirah Uttas; Fatimah Al Mutmainnh; Nurwilda Fajriani; Ibesse; Musfirah Ramadhani Syamsir; Elva Yulianti; Muhammad Hilmy Nur; Yusron Afdal Mahdy M
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 3 No. 1 (2026): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/475k3j47

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah pesisir dengan kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk, sementara sebagian masyarakat belum menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus secara optimal dan belum memahami konsep rumah sehat sebagai upaya pencegahan berbasis lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, serta partisipasi aktif masyarakat mengenai pentingnya upaya PSN 3M Plus dan penerapan konsep Rumah Sehat sebagai salah satu langkah preventif dalam mengurangi risiko penularan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, khususnya Aedes aegypti, di PPLH Puntondo, Desa Laikang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif. Metode pelaksanaan menggabungkan berbagai bentuk pembelajaran interaktif, yaitu ceramah edukatif, galeri edukasi visual yang menampilkan informasi dan gambar terkait PSN dan rumah sehat, serta permainan edukatif yang dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta secara menyenangkan dan mudah diingat. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas warga setempat dan kader kesehatan, dan dilaksanakan selama satu hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung, tercermin dari keterlibatan mereka dalam diskusi, Tanya jawab, serta kegiatan edukatif yang diselenggarakan. Temuan ini, menunjukkan bahwa pelaksanaan penyuluhan yang dirancang secara kontekstual dan responsive terhadap permasalahan kesehatan masyarakat pesisir memiliki efektifitas yang signifikan dalam membentuk perilaku pencegahan penyakit berbasis vektor.