Naila Farah
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembaruan Islam di Indonesia (Telaah Atas Pemikiran Harun Nasution, Nurcholis Madjid, dan Abdurrahman Wahid) Naila Farah
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v10i2.18936

Abstract

Gerakan pemikiran ketiga tokoh di atas, telah menancapkan pengaruhnya yang luas terhadap etos dan dinamika berpikir umat Islam Indonesia. Bahkan pengaruh pemikiran mereka telah dapat dirasakan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam kehidupan intelektual umat Islam Indonesia. Mereka telah berhasil mendobrak pintu kejumudan menuju pola pikir yang dinamis dan kreatif. Yang menarik dari ketiga pemikir ini adalah upayanya yang gigih untuk mempertemukan antara, pada satu sisi, nilai-nilai keislaman dengan keindonesiaan, sementara pada sisi lain, antara kekayaan warisan pemikiran Islam klasik dengan nilai-nilai modernitas –dengan bahasa dan pendekatan apapun yang mereka gunakan-. Sehingga dari komitmen seperti ini –dalam posisinya yang ada- yidak berlebihan kalau ketiga pemikir ini dimasukkan dalam kelompok “neo-modernis Islam”. Yakni, komitmennya yang membangun visi Islam di masa modern, dengan sama sekali tidak meninggalkan warisan intelektual Islam. Bahkan jika mungkin, mencari akar-akar Islam untuk mendapatkan kemodernan Islam itu sendiri.
Pendidikan Seksual Komprehensif di Era Digital: Analisis Terhadap Tren Perilaku Seksual Remaja Naila Farah; Masriah Masriah; M Rizqi Alfarel
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v11i2.23728

Abstract

ABSTRAK: Di tengah masifnya penggunaan media sosial yang disalahgunakan, kebijakan terkait Pendidikan seksual di Indonesia masih gamang. Fenomena alter atau digital prostitution yang merambah membuat remaja Indonesia sangat rentan mengalami apa yang disebut sebagai Non Consensual Intimate Image dan kekerasan gender berbasis online lainya. Data Goodstat menunjukan Indonesia memiliki potensi generasi sebaganyak 88 – 110 juta jiwa dengan usia muda. Sedangkan data lainya menunjukan bahwa lebih dari 60 persen remaja mengakses pornografi dan dating online sebagai aktivitas seksual. Maka, untuk menjaga potensi generasi tersebut, diperlukan Pendidikan seksual yang adaptif di era digital untuk membekali mereka dan mencegahnya dari paparan seksual. Metode yang digunakan Adalah studi kepustakaan dan pengamatan sosial, hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan Pendidikan seksual yang adaptif dan terbuka sudah diterapkan di banyak negara Asia Tenggara seperti Thailand. Maka dari itu penting untuk membandingkan dan mereorientasikan apa yang sudah dicontohkan.  ABSTRACT: In the midst of the massive misuse of social media, policies related to sexual education in Indonesia are still unclear. The phenomenon of alter or digital prostitution that pervasively makes Indonesian teenagers very vulnerable to experiencing what is called Non Consensual Intimate Image and other online-based gender violence. Goodstat data shows that Indonesia has a generation potential of 88-110 million people with a young age. Meanwhile, other data shows that more than 60 percent of teenagers access pornography and online dating as sexual activities. So, to maintain the potential of this generation, an adaptive sexual education is needed to equip them and prevent them from sexual exposure. The method used is a literature study and social observation, the results of the study show that the application of adaptive and educated sexual education has been applied in many Southeast Asian countries such as Thailand. Therefore, it is important to compare and reorient what has been exemplified. 
The Relationship Between Islam and Local Traditions at Pondok Buntet Pesantren, Cirebon, West Java Naila Farah; Ahmad Rifki; Dewi Safitri
Journal of Religion and Social Transformation Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Religion and Social Transformation
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/1m2ca634

Abstract

This article examines the relationship between Islamic teachings and local traditions as practiced at Pondok Buntet Pesantren, one of the oldest Islamic educational institutions in Cirebon, West Java. The study aims to explore how this pesantren integrates Islamic values with local wisdom that has long been embedded in the cultural life of the Cirebonese community. A qualitative approach is employed, utilizing observation, in-depth interviews, and document analysis as the primary methods of data collection. The findings indicate that Pondok Buntet Pesantren implements a strategy of cultural acculturation by accommodating local traditions such as customary rituals and traditional arts within Islamic teachings without compromising the fundamental principles of Islamic law. This approach not only strengthens the Islamic identity of the community but also preserves local traditions as an integral part of the nation’s cultural heritage. The article underscores the importance of an inclusive approach to Islamic da‘wah in fostering harmony between religion and local culture, particularly in regions with a long history of cultural pluralism such as Cirebon.