Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Arca Durga Mahisasuramardini: Unveiling The Beauty and Myths Behind The Siwa Temple at Prambanan Muhamad Thaariq Maulana; Husni Ijas; Yohannes Mukti Wibowo
Journal of Social Research Vol. 4 No. 7 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v4i7.2612

Abstract

This article specifically discusses the Durga Mahisasuramardini statue, from its physical details to its connection with Roro Jonggrang in the interpretation of the community. The research methods used in this article are observation and literature study. Prambanan Temple is one of the largest Hindu temples ever built in Java. The temple was built in 850 AD by King Pikatan and perfected by King Lokapala and King Balitung Maha Sambu. Prambanan Temple is also often known as Roro Jonggrang Temple, which comes from the folk tale between Princess Roro Jonggrang and Bandung Bondowoso. Prambanan Temple has three main temples: Brahma Temple, Shiva Temple, and Vishnu Temple. Previous research has only discussed Prambanan Temple and the legend of Roro Jonggrang in the community's belief, but no research has specifically discussed the Durga Mahisasuramardini statue in Prambanan Temple and its connection to Roro Jonggrang. In this research, the focus is on the Shiva Temple, especially the Durga Mahisasuramardini statue in the north chamber of the temple. This Durga statue has interesting details, from the structure and patterns to the ornaments around it. In addition, there is also the story of Roro Jonggrang associated with this Durga statue.
Investasi Perkebunan Tebu terhadap Perkembangan Jaringan Kereta Api di Wilayah Vorstenlanden, 1860-1899 Johanes Baptista Handaru; Muhamad Thaariq Maulana; Yohanes Mukti Wibowo; Muhammad Fakhrul Arifin; Husni Ijas
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i4.4453

Abstract

Investasi perkebunan tebu menjadi dasar dalam perkembangan pabrik tebu di wilayah Vorstenlanden pada era industrialisasi. Investasi ini menghasilkan produk gula dengan jumlah melimpah lalu di ekspor ke berbagai negara Eropa. Investasi ini mendorong pembangunan jalur kereta api di wilayah Vorstenlanden. Artikel ini memiliki tujuan untuk menganalisis keterkaitan antara investasi perkebunan tebu dengan perkembangan jaringan kereta api di wilayah Vorstenlanden pada periode 1860–1899 dan dampaknya terhadap dinamika ekonomi kolonial. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi dan penulisan historiografi dengan memanfaatkan sumber arsip kolonial, laporan perusahaan perkebunan dan perkeretaapian, serta literatur sezaman. Hasil kajian menunjukkan bahwa investasi di sektor perkebunan tebu berperan signifikan dalam mendorong percepatan pembangunan jaringan kereta api yang berpengaruh pada peningkatan efisiensi distribusi gula, menekan biaya transportasi dan memperkuat integrasi wilayah Vorstenlanden ke dalam sistem ekonomi kolonial dan perdagangan internasional. Jaringan kereta api juga berkontribusi pada perubahan pola ruang, mobilitas tenaga kerja, dan struktur ekonomi regional Vorstenlanden pada periode 1860 hingga 1899.