Sitti Rakhman
Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Dampak Penerapan PJOK Nomor 23 Tahun 2023 Terhadap Sumber Daya Manusia Dalam Skenario Ketidakmampuan Perusahaan Asuransi Memenuhi Ketentuan Ekuitas Minimm Dwi Eloran; Sitti Rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL DELIBERATIF
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study examines the human resources (HR) implications of the Financial Services Authority Regulation (POJK) Number 23 of 2023 on insurance business licensing and institutional arrangements, particularly within the scenario where insurance companies fail to meet the staged minimum equity requirements. The regulation requires conventional and sharia insurance and reinsurance companies to gradually increase their minimum equity by the end of 2026 and 2028, with escalating supervisory sanctions from written warnings to business activity restriction and license revocation imposed on non-compliant companies. While prior studies have extensively discussed the regulation from financial, managerial, and legal perspectives, its consequences for employees remain underexplored. Using a qualitative descriptive method combined with normative-juridical legal analysis based on secondary data statutory regulations, peer-reviewed journal articles, and documented industry cases this study finds that corporate failure to satisfy the equity threshold triggers a chain of organizational responses, including downsizing, restructuring, and in extreme cases, business dissolution, each of which generates job insecurity, diminished organizational commitment, and reduced statutory protection for affected workers, particularly the lowered severance entitlement applicable in bankruptcy-related termination. The study also identifies HR competency gaps emerging from consolidation (KUPA) and sharia unit spin-off requirements. These findings suggest that capital-strengthening policy in the insurance sector carries significant indirect social costs that warrant complementary HR-protective measures from both regulators and industry management.
Perilaku Keputusan Ekonomi Karyawan: Studi Fenomenologi Pengaruh Komunikasi, Konflik, Stres, dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja di PT. ABC Graceanne Olivia; Sitti Rakhman
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kesenjangan antara kondisi ideal pengambilan keputusan ekonomi karyawan secara rasional penuh dengan realitas di PT. ABC, di mana karyawan cenderung mengambil keputusan bersifat rasional terbatas yang dipengaruhi oleh komunikasi, konflik, stres kerja, dan lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam bagaimana perilaku pengambilan keputusan ekonomi karyawan dipengaruhi oleh keempat faktor tersebut serta merumuskan rekomendasi perbaikan bagi manajemen perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis transendental. Sumber data fenomenal berasal dari pengalaman hidup karyawan yang termanifestasi dalam pola interaksi, respons perilaku, dan dinamika keseharian di lingkungan kerja PT. ABC. Triangulasi fenomenal dilakukan melalui triangulasi sumber, waktu, dan teori untuk menjamin keabsahan data. Analisis data menggunakan model Colaizzi tujuh tahapan. Hasil penelitian menemukan bahwa komunikasi satu arah menyebabkan keputusan ekonomi dalam kondisi informasi tidak lengkap; konflik yang tidak dikelola konstruktif menciptakan biaya peluang tinggi; stres berlebihan mendorong keputusan jangka pendek dan defensif; serta lingkungan kerja padat dan budaya hierarkis menyebabkan karyawan memilih diam. Keempat faktor membentuk lingkaran setan yang saling memperburuk. Rekomendasi penelitian mencakup transformasi komunikasi dua arah, mekanisme resolusi konflik terstruktur, program manajemen stres sistematis, peningkatan lingkungan kerja fisik dan psikologis, serta pendekatan holistik melalui tim pemantau lintas divisi