Nirmala Adinia Wirasti
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS CAMPUR KODE DAN ALIH KODE PADA NOVEL “SERIBU WAJAH AYAH” KARYA NURUN ALA Riska Nikmatul Mudawamah; Ita Kurnia; Nirmala Adinia Wirasti; Malya Luven Nafila
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.793

Abstract

Penelitian ini berfokus permasalahan yang diangkat adalah bagaimana terjadinya alih kode dan campur kode dalam novel berjudul Seribu Wajah Ayah karya Nurun Ala. Sejalan dengan permasalahan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan terjadinya alih kode dan campur kode dalam novel tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup objek alih kode dan campur kode yang meliputi penyerapan elemen berupa kata dan frasa yang muncul dalam konteks cerita. Dalam hal ini, konteks berarti keseluruhan isi dari novel Seribu Wajah Ayah karya Nurun Ala. Sumber data adalah novel tersebut dalam bentuk utuh. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik transkripsi ortografis. Alat yang digunakan dalam penelitian ini berupa tabulasi data. Teknik analisis data yang diterapkan adalah teknik dasar, yakni Teknik Pilah Unsur Penentu yang termasuk dalam metode padan. Untuk memastikan keabsahan temuan, dilakukan pengecekan melalui triangulasi dengan ahli sosiolinguistik, yaitu Ibu Diana Maulida R. , M. Li. Temuan data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pada alih kode terdapat tiga pola, yaitu pola yang bertujuan untuk menjelaskan sesuatu; pola yang bertujuan untuk memperkuat identitas; dan pola yang bertujuan untuk memberi perintah. Sementara itu, dalam data campur kode, yang melibatkan penyisipan elemen berupa kata dan frasa, ditemukan tiga pola, yaitu pola yang bertujuan untuk mengungkapkan perasaan; pola yang bertujuan untuk menegaskan informasi; dan pola yang bertujuan untuk mendeskripsikan situasi. Di sisi lain, data campur kode dengan penyisipan elemen berupa klausa hanya ditemukan satu pola, yaitu pola yang bertujuan untuk menyampaikan pendapat atau ajakan.