Kesulitan belajar merupakan kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami hambatan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Akibatnya, peserta didik mungkin mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran dan mengalami keterlambatan dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan metode simak sebagai pendekatan utama karena objek kajiannya berupa bahasa dalam bentuk teks. Metode ini dipilih untuk memungkinkan peneliti mengamati secara teliti bentuk dan penggunaan bahasa, yang dilengkapi dengan teknik catat guna mencatat data yang dianggap relevan untuk dianalisis. Pengumpulan data dilakukan melalui dua jenis sumber, yakni data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung melalui wawancara mendalam dengan subjek utama, yaitu seorang siswa berinisial RSH dari SMPN 02 Pulau Kulur Kuantan Hilir Seberang, serta orang tua dan gurunya. Sementara itu, data sekunder dikumpulkan dari dokumen pendukung seperti tugas tertulis siswa, catatan observasi selama di sekolah, dan informasi tambahan dari guru setempat. Penelitian ini berlangsung di lokasi sekolah tersebut, dengan fokus pada satu siswa yang mengalami kesulitan belajar menulis (disgrafia). Data dalam penelitian ini dipahami sebagai bahan utama yang mengandung objek dan konteks penelitian, sedangkan sumber data merupakan pihak atau tempat di mana data tersebut diperoleh. kemampuan menulis anak disgrafia yang dialami oleh SHR adalah : 1) tulisan tidak jelas atau tidak dapat dibaca, 2) tulisan terlalu miring, 3) tercampurnya huruf kapital dan huruf kecil 4) lambat dalam menulis, 5) bentuk huruf terbalik, 6) mengalami kram saat menulis. Adapun faktor penyebab dari disgrafia yang dialami oleh RSH adalah faktor kombinasi atau gabungan dari faktor yang dialami oleh RSH adalah faktor kombinasi atau gabungan dari faktor internal seperti kurangnya minat menulis dan motivasi yang kurang, kognitif yang internal seperti kurangnya minat menulis dan motivasi yang kurang, kognitif yang lemah. Serta faktor eksternal seperti orangtua dan sistem pembelajaran.