Agus Santosa
Universitas Mulawarman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

JEMBATAN EMAS PENDIDIKAN: MENGURAI BENANG KUSUT KESENJANGAN BIAYA ANTARA URBAN DAN 3T, MENUJU GRAND DESIGN REDISTRIBUSI PEMBIAYAAN YANG MENCERAHKAN BANGSA Siti Yulianah; Andi Sirajuddin; Agus Santosa; Widyatmike Gede Mulawarman
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1068

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengurai ketimpangan pembiayaan pendidikan antara wilayah urban, SMA N 1 Sangata Utara dan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), SMA N 2 Sandaran serta merumuskan grand design redistribusi yang berkeadilan dan kontekstual bagi sistem pendidikan nasional. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus jamak komparatif dan analisis kebijakan mendalam, penelitian ini membandingkan model pembiayaan serta biaya riil penyelenggaraan pendidikan antara sekolah urban dan 3T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya operasional riil per siswa di wilayah 3T rata-rata 38% lebih tinggi dibandingkan wilayah urban akibat faktor geografis, logistik, dan keterbatasan infrastruktur. Ketimpangan ini diperparah oleh model pembiayaan seragam seperti dana BOS yang tidak mempertimbangkan indeks kemahalan wilayah (IKW) dan kebutuhan spesifik lokal. Sebagai solusi, penelitian ini mengembangkan Equivalent Per-Student Funding (EPSF), model formula anggaran berbasis kebutuhan yang memperhitungkan biaya dasar, indeks kemahalan, insentif guru, dan alokasi sarana minimum. Grand design yang dihasilkan dibangun atas tiga pilar utama: equity-based funding, insentif guru berbasis wilayah, dan block grant infrastruktur terintegrasi. Implementasi model EPSF diyakini dapat menjadi pondasi kebijakan afirmatif menuju “Jembatan Emas Pendidikan”, yang menjamin kesetaraan mutu dan keadilan spasial bagi seluruh peserta didik Indonesia.