Adinda Aristawidia Sahda
Universitas Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENAFSIRKAN PESAN KRITIK SOSIAL DALAM PUISI DEGUNG TANAH GOYAH KARYA IYUT FITRA MELALUI PENDEKATAN SEMIOTIKA SAUSSURE Hany Eliza Ignatia; Fauziah Yenika Putri; Adinda Aristawidia Sahda; Winda Triski; Elmustian Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1161

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pesan kritik sosial yang terdapat dalam antologi puisi Dengung Tanah Goyah melalui analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana sumber data berasal dari buku antologi puisi Dengung Tanah Goyah karya Iyut Fitra. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca secara cermat dan mencatat bagian-bagian penting dari teks puisi. Selanjutnya, analisis data meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa puisi-puisi dalam antologi tersebut mengandung nilai-nilai kritik sosial, seperti ketidakadilan, kesenjangan sosial, dan pudarnya nilai kemanusiaan, yang direpresentasikan melalui kutipan dan citraan dalam teks puisi. Kritik sosial disampaikan secara eksplisit melalui pilihan diksi, serta secara implisit melalui simbol, metafora, dan relasi antara penanda dan petanda yang membentuk lapisan makna yang lebih dalam. Dengan demikian, antologi Dengung Tanah Goyah tidak hanya menonjolkan keindahan bahasa dan estetika puitis, tetapi juga berfungsi sebagai media refleksi dan protes sosial yang mendorong pembaca untuk lebih peka terhadap ketimpangan sosial serta menumbuhkan kesadaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian semiotika Saussure, khususnya dalam memahami fungsi bahasa sebagai sarana penyampaian kritik sosial dalam karya sastra.