Muhammad Sofian Hadi
UIN Sunan Gunung Djati

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konseptualisasi Interaksi Manusia dan Tuhan Perspektif Syaikh Sa’id Ramadhan Al-Buthi serta Relevansinya dalam Pendidikan Muhammad Rifaldi; Muhammad Sofian Hadi
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 2 No 2 (2025): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v2i2.8193

Abstract

Penelitian ini mengangkat fenomena kenakalan remaja yang terjadi di Indonesia sebagai masalah yang perlu diperhatikan. Hal ini diindikasikan pada data kasus-kasus kenakalan dan kriminalitas yang dilakukan pelajar yang memprihatinkan, seperti data 49 ribu lebih siswa terlapor melakukan tindak kriminal hanya dalam rentang waktu Januari hingga awal Agustus 2025. Strategi yang diimplementasikan sejauh ini memberikan penekanan pada aspek pembiasaan aktivitas psikomotorik dan kognitif, sedangkan aspek afektif agaknya masih perlu diberikan dorongan yang lebih terstruktur. Untuk itulah penelitian ini bertujuan untuk mengkonseptualisasikan konsep interaksi manusia dan Tuhan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan strategi pendidikan agar lebih komprehensif dan holistik. Mempertimbangkan hal tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang berbasis pada metode library research. Sumber penelitian primernya mengacu pada Al-Hikam Al ‘Atha’iyah Syarah wa Tahlil karangan Syaikh Sa’id Ramadhan Al-Buthi, sedangkan sumber sekundernya mengacu pada referensi dan jurnal yang relevan yang akan dianalisisi dengan teknik analisis konten. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa konseptualisasi manusia dan Tuhan dikonstruk berdasarkan tiga wawasan fundamental, yakni wawasan tentang eksistensi manusia dan Tuhan, wawasan tentang amal dan balasannya, serta wawasan tentang degradasi dan taubat yang diinterpretasikan secara rasional, argumentatif, analogis, dan dialektis. Sehingga memberikan efek positif dalam relevansinya pada pendidikan. Efek positif ini setidaknya berkontribusi pada pendidikan secara filosofis, metodologis, dan psikologis.