Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan fase strategis dalam pembentukan kepribadian dan karakter anak, khususnya pada masa golden age (0–6 tahun). Pada periode ini, anak memiliki kapasitas besar untuk menyerap nilai, pengetahuan, dan pengalaman dari lingkungannya. Oleh karena itu, PAUD tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga penguatan nilai moral, sosial, dan karakter. Salah satu metode yang terbukti efektif dalam menanamkan nilai karakter adalah storytelling interaktif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penerapan storytelling interaktif dalam membentuk sembilan pilar karakter bangsa pada anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di TK Mutiara Bandung. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah, serta dokumentasi kegiatan. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpuln. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai media storytelling seperti buku pilar, boneka tangan, dan bermain peran untuk meningkatkan keterlibatan anak. Storytelling interaktif terbukti mendorong anak lebih aktif, antusias, dan mampu memahami serta mempraktikkan nilai karakter dalam keseharian, misalnya dalam sikap kerapihan, tanggung jawab, dan empati. Guru juga menilai metode ini lebih efektif dibanding ceramah karena menyentuh ranah kognitif, afektif, dan imajinatif anak. Meski demikian, tantangan masih ditemui, terutama dalam menjaga fokus anak selama kegiatan. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa storytelling interaktif berpotensi menjadi strategi pedagogis unggulan dalam pendidikan karakter PAUD. Temuan ini memberi kontribusi penting bagi penguatan praktik pembelajaran karakter di Indonesia serta membuka peluang penelitian lanjutan dengan cakupan lebih luas.