Bondan Darmawan Abraham
Sekolah Tinggi Teologi Pantekosta Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penatalayanan sebagai Manifestasi Spiritualitas Pentakosta dalam Konteks Digitalisasi Pelayanan Gereja Elsye Ribkah Runkat; Bondan Darmawan Abraham; Simon Simon
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 7, No 1 (2026): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v7i1.338

Abstract

This article focuses on outlining what service as Pentecostal spirituality looks like in the context of digitalization in the church. The researcher elaborates on this topic based on the need for the Pentecostal church to contextualize its ministry in the current era of digitalization. This study also serves as an effort by the researcher to propose that the Pentecostal spirituality, which has traditionally been manifested conventionally, needs to be explored in the digital space. In outlining this study, the researcher applies a literature review approach combined with constructive theological analysis. The research question posed is: what is the reconstruction of Pentecostal stewardship theology in the digital space? The findings of this study reveal that Pentecostal spirituality is not understood as an administrative practice, but rather as a response of faith to the work of the Holy Spirit. Then, the construction of Pentecostal stewardship in the digital space must be rooted in eschatological and relational awareness of God. Stewardship is no longer just about managing church assets, but about creating a digital ecosystem that reflects the values of the Kingdom of God.Abstrak:Artikel ini berfokus menguraikan seperti apa penatalayanan sebagai spiritualitas Pentakosta dalam konteks digitalisasi di gereja. Peneliti menguraikan topik ini berangkat dari perlunya upaya gereja Pentakosta mengkontekstualisasikan pelayanannya di era digitalisasi saat ini. Kajian ini juga sebagai upaya peneliti mengemukakan bahwa spiritualitas kepentakostaan yang selama ini terlihat secara konvensional dimanivestasikan, perlu dilakukan bagaimana bila hal itu dalam ruang digital. Di dalam menguraikan kajian ini, peneliti menerapkan pendekatan studi kepustakaan yang dikombinasikan dengan analisis teologis konstruktif. Rumusan pertanyaan penelitian yang diajukan seperti apa rekonstruksi teologi penatalayanan pentakostal dalam ruang digital? Hasil temuan kajian ini mengemukan bahwa spiritualitas Pentakostal, tidak dipahami sebagai praktik administratif, melainkan sebagai respons iman terhadap karya Roh Kudus. Kemudian kontruksi penatalayanan Pentakostal dalam ruang digital harus berakar pada kesadaran eskatologis dan relasional kepada Tuhan. Penatalayanan tidak lagi hanya tentang mengatur aset gereja, tetapi tentang membentuk ekosistem digital yang mencerminkan nilai Kerajaan Allah. Kata Kunci: Pentakosta, Spiritualitas, Penatalayanan, Digital
Transformasi Profesionalitas Penatalayanan GPdI Antiokhia Tebet Melalui Pendidikan Teologis di Era Digital Maudy Elisabeth; Bondan Darmawan Abraham; Yudhi Herlianto Moerid
GLOSSAIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 2 (2026): EDISI MEI
Publisher : STT Pantekosta Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This research aims to analyze the transformation of professionalism in local church administration thru theological education in the digital era. The development of digital technology has significantly changed the patterns of communication, leadership, and church ministry. Local churches are required not only to have adequate theological understanding but also professional competence in managing technology-based ministries. However, there is still a gap between academic theological education and church management practices that are contextual and adaptive to digital developments. This study uses a descriptive qualitative approach with methods such as in-depth interviews, observations, and document studies. The research results show that theological education has an important contribution in shaping integrity, doctrinal competence, and service ethics. However, the transformation of professionalism is not yet optimal due to the lack of integration between the academic curriculum and practical digital skills in church ministry. The conclusion of this study emphasizes that the transformation of professionalism in local church ministry requires a synergy between spiritual formation, strengthening theological competence, and digital literacy.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi profesionalitas penatalayanan gereja lokal melalui pendidikan teologis di era digital. Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi, kepemimpinan, dan pelayanan gerejawi secara signifikan. Gereja lokal dituntut tidak hanya memiliki pemahaman teologis yang memadai, tetapi juga kompetensi profesional dalam mengelola pelayanan berbasis teknologi. Namun, masih ditemukan kesenjangan antara pendidikan teologis yang bersifat akademis dengan praktik penatalayanan gereja yang kontekstual dan adaptif terhadap perkembangan digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan teologis memiliki kontribusi penting dalam membentuk integritas, kompetensi doktrinal, dan etika pelayanan. Akan tetapi, transformasi profesionalitas belum optimal karena kurangnya integrasi antara kurikulum akademik dan keterampilan praktis digital dalam pelayanan gereja. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa transformasi profesionalitas penatalayanan gereja lokal memerlukan sinergi antara pembinaan spiritual, penguatan kompetensi teologis, dan literasi digital. Kata Kunci: Profesionalitas, Penatalayanan Gereja, Transformasi Pelayanan