Remegises Danial Yohanis Pandie
Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way, Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pendidikan Kristen dalam Mengatasi Fenomena FoMO pada Remaja di Gereja Remegises Danial Yohanis Pandie; Romika Romika; Martauli Dina Rahayu Sitanggang; Ester Bangngu
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 1 (2025): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i1.206

Abstract

This writing aims to examine the Christian education perspective on the FoMO phenomenon and Christian education strategies to solve the FoMO problem that occurs among teenagers in the church, so that it has a new perspective that can contribute to the church paying more attention to teenagers in using social media or directing teenagers to have the right motivation. In church. Where, The FoMO phenomenon not only occurs in the form of dependence on social media to view certain subjects, but in the real world it occurs in idolizing someone excessively, so that teenagers forget the main goal and essence of church. The research method used is a qualitative phenomenological method and literature study. The research results show that Christian education strategies in overcoming the FoMO phenomenon in the church are throughapproach teenagers;church special programs for teenagers; Christian Education collaborates with families to provide instructional equipment to youth; Christian Education creates talk shows; Christian education creates camp activities; Christian education directs teenagers to have the right motivation in church; Christian education directs teenagers to use social media properly and correctly. Good Christian education produces spirituality for teenagers.Abstrak:Penulisan ini bertujuan mengkaji sudut pandang pendidikan Kristen tentang fenomena FoMO dan strategi pendidikan Kristen menyelesaikan persoalan FoMO yang terjadi pada remaja di gereja, sehingga memiliki kebaharuan yang bisa memberikan sumbangsih bagi gereja untuk lebih memperhatikan remaja dalam menggunakan media sosial ataupun mengarahkan remaja untuk memiliki motivasi yang benar dalam bergereja. Di mana, fenomena FoMO tidak saja terjadi dalam bentuk ketergantungan terhadap media sosial untuk melihat subyek tertentu, namun dalam dunia nyata terjadi dalam mengidolakan seseorang secara berlebihan, sehingga remaja melupakan tujuan utama dan esensi dalam bergereja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif fenomenologis dan studi ahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendidikan Kristen dalam mengatasi fenomena FoMO di gereja melalui melakukan pendekatan terhadap remaja; gereja program khusus untuk remaja; Pendidikan Kristen bekerja sama dengan keluarga memberikan pengajaran perlengkapan kepada para remaja; Pendidikan Kristen membuat talks show; Pendidikan Kristen membuat kegiatan camp; Pendidikan Kristen mengarahkan remaja untuk memiliki motivasi yang benar dalam bergereja; Pendidikan Kristen mengarahkan remaja untuk menggunakan media sosial dengan baik dan benar. Pendidikan Kristen yang baik menghasilkan spiritualitas yang bagi bagi remaja. Kata Kunci: Pendidikan Kristen; Remaja; Gereja; Fear of Missing Out; Fenomena. 
Program Cerdas Cermat Alkitab sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan, Persahabatan dan Prestasi Tingkat SMA/SMK se-Jakarta Utara Remegises Danial Yohanis Pandie; Ruth Anna Marietta Sianturi; Romika; Nofedin Waruwu; Lawrence Christian
Devotion: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/devotion.v2i1.19-29

Abstract

Program Cerdas Cermat Alkitab ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang nilai-nilai Alkitab, memperkuat persahabatan antar pelajar, serta mendorong prestasi akademik dan non-akademik di tingkat SMA/SMK se-Jakarta Utara. Latar belakang program ini didasarkan pada kebutuhan akan kegiatan edukatif berbasis spiritual yang mampu membangun karakter siswa dalam konteks keragaman sosial dan budaya. Metode pelaksanaan melibatkan kompetisi berbasis tim yang berlangsung dalam beberapa tahap, mulai dari babak penyisihan hingga final, dengan format yang interaktif dan partisipatif. Program ini tidak hanya menguji pengetahuan Alkitab, tetapi juga melatih keterampilan komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan. Hasil program diharapkan mencakup peningkatan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Alkitab, terjalinnya relasi yang lebih erat antar pelajar lintas sekolah, serta meningkatnya motivasi belajar melalui penghargaan yang diberikan kepada peserta berprestasi. Dengan melibatkan lebih dari 20 sekolah di Jakarta Utara, program ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas institusi pendidikan. Diharapkan, program ini dapat menjadi model kegiatan yang berdampak positif terhadap perkembangan spiritual dan sosial siswa di wilayah urban.
Pendampingan Calistung bagi Anak Pinggiran Rel Kereta Api Pasar Senen sebagai Upaya Peningkatan Akses Pendidikan Romika; Remegises Danial Yohanis Pandie; Ruth Anna Marietha Sianturi; Martha Sitanggang; Elisabeth Era
Devotion: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/devotion.v3i1.34-50

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah membahas bagaimana Program Calistung dapat menjadi solusi bagi masalah pendidikan anak-anak yang tinggal di pinggiran rel kereta api Pasar Senen. Dengan kondisi sosial-ekonomi yang sulit, anak-anak sering kali tidak bersekolah karena keterbatasan finansial dan kurangnya dukungan dari keluarga. Anak-anak di daerah ini terhambat dikarenakan faktor kekurangan dana, dukungan orang tua yang terbatas, dan kebutuhan untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup. Program Calistung dapat berfungsi sebagai jembatan menuju pendidikan yang lebih baik dengan memberikan keterampilan dasar yang penting. Hasil pengabdian yaitu program Calistung telah berhasil menjembatani beberapa kekurangan dalam pendidikan untuk anak-anak di pinggiran rel kereta api Pasar Senen dengan memberikan keterampilan dasar yang mereka butuhkan. Namun, hasilnya menunjukkan bahwa tantangan signifikan tetap ada, termasuk masalah dukungan orang tua dan kebutuhan ekonomi yang mendesak. Untuk mencapai hasil yang lebih baik, dibutuhkan pendekatan yang lebih holistik, termasuk peningkatan dukungan sosial dan kebijakan yang mendukung pendidikan di komunitas marginal. Kesimpulan Program Calistung membantu mengisi kekosongan pendidikan yang disebabkan oleh keterbatasan finansial dan kurangnya dukungan orang tua. Untuk memperluas dampak positifnya, perlu ada peningkatan dalam dukungan logistik, pelatihan pendidik, dan keterlibatan orang tua serta komunitas.