Gangguan muskuloskeletal merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering dialami pegawai kantor akibat aktivitas kerja monoton, posisi duduk statis, penggunaan komputer dalam durasi panjang, serta penerapan ergonomi yang kurang tepat. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri pada berbagai bagian tubuh, mengurangi kemampuan fungsional, menurunkan produktivitas, memengaruhi kualitas hidup, dan meningkatkan risiko kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan menelaah prevalensi, pola keluhan, faktor risiko, dampak, serta upaya pencegahan gangguan muskuloskeletal pada pegawai kantor berdasarkan bukti penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan tahapan seleksi artikel mengikuti pedoman PRISMA. Penelusuran dilakukan melalui basis data PubMed menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan musculoskeletal disorders dan office workers. Dari proses identifikasi, penyaringan, serta penilaian kelayakan, diperoleh delapan artikel penelitian primer yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa prevalensi gangguan muskuloskeletal pada pegawai kantor tergolong tinggi, dengan keluhan dominan pada leher, bahu, punggung atas, dan punggung bawah. Faktor risiko utama meliputi workstation yang tidak ergonomis, postur kerja yang buruk, perilaku sedentari, durasi penggunaan komputer yang panjang, kurangnya aktivitas fisik, karakteristik individu, dan stres kerja. Dampak yang ditemukan mencakup nyeri kronis, keterbatasan aktivitas sehari-hari, penurunan kualitas hidup, kelelahan emosional, serta berkurangnya keterikatan kerja. Pencegahan perlu dilakukan secara terpadu melalui perbaikan ergonomi, koreksi postur, jeda aktif, aktivitas fisik, stretching rutin, edukasi kesehatan kerja, dan pengelolaan stres secara konsisten.