ABSTRAKThis Community Service Program (PKM) aims to enhance the creativity, practical skills, and environmental awareness of teachers, students, and university students through a simple ecoprint training program utilizing local plants in Menukung District, Melawi Regency. The program was conducted over six months, from September 2025 to February 2026, at two partner elementary schools: SD Negeri 01 Menukung and SD Negeri 02 Menukung. The training involved three lecturers, nine student-teachers from the PGSD Study Program of STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, ten elementary school teachers, and fifty students. The implementation used a learning by doing approach, emphasizing experiential learning through hands-on practice in creating ecoprints using local leaves and flowers such as guava, ketapang, starfruit, and paper flowers. Data were collected through observation, interviews, documentation, and pretest–posttest assessments, then analyzed descriptively and qualitatively. The results showed an average improvement of 27.7%, including a 26% increase in creativity, 30% in practical skills, and 27% in environmental awareness. The ecoprint training proved effective in fostering creative thinking and practical abilities, while simultaneously cultivating ecological awareness through the use of local natural resources as a contextual, educational, and sustainable learning medium.Kata Kunci: Ecoprint Training, Creativity, Practical Skills, Environmental Awareness, Local PlantsABSTRACTKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan, dan kesadaran lingkungan guru, siswa, serta mahasiswa melalui pelatihan ecoprint sederhana berbasis tumbuhan lokal di Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi. Kegiatan dilaksanakan selama enam bulan, mulai September 2025 hingga Februari 2026, di dua sekolah dasar mitra, yaitu SD Negeri 01 dan SD Negeri 02 Menukung. Pelatihan melibatkan tiga dosen pelaksana, sembilan mahasiswa KKM Program Studi PGSD STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, sepuluh guru, dan lima puluh siswa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan learning by doing, yaitu pembelajaran berbasis pengalaman langsung melalui praktik pembuatan ecoprint dengan memanfaatkan daun dan bunga lokal seperti daun jambu, ketapang, belimbing, dan bunga kertas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta pretest dan posttest, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 27,7%, yang mencakup peningkatan kreativitas sebesar 26%, keterampilan praktis 30%, dan kesadaran lingkungan 27%. Pelatihan ecoprint terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan keterampilan praktis peserta, serta menumbuhkan kepedulian ekologis melalui pemanfaatan potensi tumbuhan lokal sebagai media pembelajaran kontekstual, edukatif, dan berkelanjutan.Keywords: Kesadaran Lingkungan, Keterampilan, Kreativitas Pelatihan Ecoprint, Tumbuhan Lokal