Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Postur Kerja Ergonomis pada Kegiatan Praktikum di Bengkel Otomotif UPI Riyanti Riyanti; Wahid Munawar; Tatang Permana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis postur kerja ergonomis serta keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada mahasiswa dalam kegiatan praktikum di bengkel otomotif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memberikan gambaran objektif mengenai tingkat risiko ergonomi. Subjek penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif yang aktif mengikuti kegiatan praktikum. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA), serta penyebaran kuesioner Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas praktikum dilakukan dengan postur kerja yang tidak ergonomis, seperti membungkuk, menjangkau di luar jangkauan ideal, serta bekerja dalam posisi jongkok atau di bawah kendaraan. Analisis RULA menunjukkan bahwa 65% aktivitas berada pada kategori risiko tinggi hingga sangat tinggi, sedangkan hasil REBA menunjukkan 50% aktivitas berada pada tingkat risiko sedang hingga tinggi. Selain itu, hasil NMQ menunjukkan bahwa keluhan paling dominan terjadi pada punggung bawah (70%), leher (60%), dan bahu (55%). Temuan ini menunjukkan adanya hubungan antara postur kerja yang tidak ergonomis dengan munculnya keluhan MSDs. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan melalui edukasi ergonomi, perancangan ulang fasilitas praktikum, serta pengaturan aktivitas kerja yang lebih baik. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan ergonomi sejak lingkungan pendidikan untuk mencegah risiko kesehatan jangka panjang dan meningkatkan efektivitas pembelajaran.