Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh DER, NPM, dan CR terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Sektor Infrastructures Periode 2017-2024 Adinda Deva Az'Zahra; Ferry Kosadi; Deni Hamdani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), Net Profit Margin (NPM), dan Current Ratio (CR) terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2017–2024. Pertumbuhan laba merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kinerja keuangan perusahaan serta keberlangsungan operasionalnya di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan lima perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di BEI. Teknik analisis yang digunakan meliputi analisis regresi linier berganda, analisis korelasi, uji asumsi klasik, serta pengujian hipotesis melalui uji parsial (uji-t) dan uji simultan (uji-F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial terdapat variabel independen tertentu yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba perusahaan. Namun, berdasarkan hasil uji simultan, DER, NPM, dan CR secara bersama-sama tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan laba. Selain itu, nilai koefisien determinasi yang rendah, yaitu sebesar 1,0%, mengindikasikan bahwa kemampuan ketiga variabel independen dalam menjelaskan variasi pertumbuhan laba masih sangat terbatas. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor lain di luar model penelitian yang lebih dominan dalam memengaruhi pertumbuhan laba perusahaan sektor infrastruktur. Dengan demikian, penelitian ini memberikan gambaran bahwa rasio keuangan tertentu belum tentu mampu menjelaskan perubahan pertumbuhan laba secara menyeluruh.