Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Manajemen SDM Internasional pada Microsoft: Analisis Transformasi Budaya Organisasi dan Dampaknya terhadap Kinerja Karyawan Global pada Era Transformasi Digital Milka Chandra; Eka Okta Isti Hanita; Hendra Setyo Haryadi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8987

Abstract

Globalisasi dan transformasi digital mendorong perusahaan multinasional untuk menerapkan Manajemen Sumber Daya Manusia Internasional (MSDM Internasional) yang adaptif, fleksibel, dan terintegrasi dengan perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi MSDM Internasional pada Microsoft dalam mendukung transformasi budaya organisasi dan peningkatan kinerja karyawan global di era transformasi digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui jurnal ilmiah, laporan perusahaan, buku akademik, serta publikasi lembaga internasional yang relevan dengan pengelolaan sumber daya manusia global. MSDM Internasional melalui pendekatan geosentris, pengelolaan ekspatriat, pelatihan lintas budaya, penerapan electronic Human Resource Management (e-HRM), serta penguatan budaya growth mindset dan diversity & inclusion. Strategi tersebut memungkinkan perusahaan mengelola tenaga kerja global secara lebih efektif dan menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif, inovatif, serta adaptif terhadap perubahan teknologi. Implementasi MSDM Internasional juga memberikan berbagai keunggulan, seperti optimalisasi talenta global, peningkatan inovasi perusahaan, fleksibilitas kerja berbasis digital, peningkatan produktivitas karyawan, dan penguatan kerja sama lintas budaya dalam organisasi modern dan berkelanjutan di berbagai negara secara efektif. Namun demikian, perusahaan masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kompleksitas pengelolaan tenaga kerja global, perbedaan budaya dan regulasi antarnegara, risiko keamanan data digital, serta kesenjangan kompetensi tenaga kerja akibat perkembangan teknologi yang cepat. Selain itu, adaptasi budaya organisasi pada lingkungan kerja multikultural juga memerlukan proses yang berkelanjutan agar seluruh karyawan dapat bekerja secara harmonis dan produktif.Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan SDM global yang berbasis teknologi, berorientasi pada pengembangan kompetensi, serta mampu menyesuaikan diri dengan dinamika bisnis internasional guna mempertahankan daya saing perusahaan di tingkat secara global.
Agent-Based Modeling untuk Anomali Toleransi Harga Energi dan Gaya Hidup dalam Strategi Operasional Fajar Anzari; Hendra Setyo Haryadi; Diah Andianingsari; Adhi Dharma Suriyanto; Setyadi Tri Yoga; Anggun Yuli Asih
IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No 2 (2026) : Juli 2026
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/imtechno.v7i2.13126

Abstract

Toleransi harga yang tidak berimbang berdampak buruk pada pola konsumsi. Konsumen menunjukkan kurangnya kepekaan terhadap kenaikan harga produk gaya hidup seperti kopi, namun sangat rentan terhadap variasi harga komoditas energi primer seperti bahan bakar minyak. Studi ini menggunakan metode Agent-Based Modeling yang divalidasi dengan data empiris dari 100 subjek untuk merekonstruksi interaksi agen konsumen dengan rasionalitas terbatas dalam konteks volatilitas harga dan intervensi gamifikasi. Analisis data distribusi memperkuat adanya perbedaan yang mencolok pada ambang batas toleransi kritis dengan rata-rata toleransi kenaikan harga kopi mencapai 30,24%, berbanding terbalik dengan bahan bakar minyak yang hanya 11,44%. Hasil eksperimen sistem juga menyatakan penolakan terhadap implementasi gamifikasi harga bahan bakar minyak sebesar 55,0% populasi, mengingat fungsinya sebagai barang esensial. Model ABM memproyeksikan peningkatan drastis dalam kepuasan ekstrem terhadap komoditas bahan bakar minyak ketika eskalasi harga menembus ambang psikologis 15%. Untuk mengatasi anomali perilaku tersebut, digunakan strategi operasional. Strategi ini mencakup mekanisme subsidi silang dengan asimetris margin dari produk gaya hidup, fokus gamifikasi yang beralih ke nilai tambah daripada harga dasar, dan penyesuaian harga kecil di bawah 11%. Strategi penerapan ini bertujuan menekan gelombang protes dari sisi psikologis dan menjaga kestabilan keuntungan sektor energi.