Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) dan lifestyle terhadap perilaku impulse buying pada produk Timephoria Matte Cushion pada konsumen Generasi Z di Kota Gorontalo. Fenomena ini penting dikaji karena meningkatnya penggunaan media sosial, peran influencer, serta tren kecantikan digital mendorong konsumen muda melakukan pembelian kosmetik secara spontan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah perempuan Generasi Z di Kota Gorontalo yang pernah membeli Timephoria Matte Cushion. Sampel awal berjumlah 100 responden dan setelah deteksi outlier diperoleh 93 data yang layak dianalisis. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FoMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying dengan koefisien regresi sebesar 0,676 dan nilai signifikansi kurang dari 0,001. Lifestyle juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying dengan koefisien regresi sebesar 0,247 dan nilai signifikansi 0,003. Secara simultan, FoMO dan lifestyle berpengaruh signifikan terhadap impulse buying dengan nilai F sebesar 98,755 dan signifikansi kurang dari 0,001. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,687 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 68,7% variasi impulse buying, sedangkan 31,3% dijelaskan oleh faktor lain. Temuan ini menegaskan bahwa tekanan sosial digital dan gaya hidup berbasis penampilan berperan penting dalam membentuk pembelian impulsif kosmetik. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pemasar perlu mengelola strategi digital secara etis, karena viralitas, ulasan influencer, dan citra produk dapat mempercepat keputusan membeli tanpa perencanaan rasional muda perempuan di Kota Gorontalo.