Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengaruh Risiko Kredit, Efisiensi Operasional dan Kecukupan Modal terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Sub Sektor Perbankan 2021-2024 I Komang Rachmat Ary Putra; I Putu Julianto; Putu Eka Dianita Marvilianti Dewi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji secara empiris pengaruh risiko kredit, efisiensi operasional, dan kecukupan modal terhadap kinerja keuangan pada perusahaan subsektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode pengamatan 2021–2024. Dalam studi ini, kinerja keuangan diproksikan melalui Return on Equity (ROE), sedangkan risiko kredit diukur menggunakan Non-Performing Loan (NPL), efisiensi operasional dengan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan kecukupan modal diproksikan dengan Capital Adequacy Ratio (CAR). Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan publikasi bank. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, sehingga diperoleh sebanyak 27 perusahaan perbankan yang memenuhi kriteria dengan total keseluruhan mencapai 108 data observasi setelah dilakukan eliminasi data ekstrim (outlier). Teknik analisis data dijalankan menggunakan pemodelan regresi linier berganda dengan alat bantu software SPSS. Hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) risiko kredit (NPL) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (ROE), (2) efisiensi operasional (BOPO) terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROE, serta (3) kecukupan modal (CAR) secara tak terduga memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap ROE. Temuan ini memberikan implikasi manajerial bahwa efisiensi operasional merupakan faktor kunci dalam mendongkrak profitabilitas perbankan, sementara penempatan modal harus dioptimalkan secara produktif guna menghindari fenomena kelebihan modal yang berpotensi menurunkan efisiensi.