Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Nilai Kearifan Lokal Tri Hita Karana dengan Pancasila dan 4 Pilar Kebangsaan Komang Gde Satria Wibawa; Ni Made Andini Isaka Nariswari; Bunga Roulina Manalu; Daniel Honin; I Wayan Putra Yasa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsep Kearifan Lokal Tri Hita Karana, Pancasila, dan 4 Pilar Kebangsaan dalam memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara melalui pendekatan literature review. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji sepuluh artikel ilmiah yang relevan terkait penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana dalam kehidupan sosial, pendidikan, budaya, dan kebangsaan. Proses analisis dilakukan dengan mengidentifikasi, menyeleksi, serta mengevaluasi berbagai sumber literatur untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai keterkaitan antara nilai kearifan lokal Bali dengan ideologi nasional Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Tri Hita Karana memiliki keselarasan yang kuat dengan nilai-nilai Pancasila, terutama dalam mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan (parhyangan), manusia dengan sesama manusia (pawongan), dan manusia dengan lingkungan (palemahan). Ketiga aspek tersebut sejalan dengan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila. Selain itu, Tri Hita Karana juga berkaitan erat dengan implementasi dharma agama dan dharma negara yang mendukung penguatan 4 Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana dalam kehidupan masyarakat terbukti mampu memperkuat karakter bangsa, meningkatkan sikap toleransi, menumbuhkan rasa persatuan, serta menciptakan kehidupan yang harmonis dan berkelanjutan. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal Tri Hita Karana dengan nilai-nilai kebangsaan dapat menjadi landasan penting dalam membangun masyarakat Indonesia yang berkarakter, toleran, dan berwawasan kebangsaan.