Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Rasio Pasar dan Profitabilitas Saham GOTO dalam Mitigasi Risiko Investasi Malik Dynar Arijan; Asep Hendriana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9423

Abstract

Meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi saham perusahaan teknologi di Indonesia diikuti oleh meningkatnya risiko investasi akibat volatilitas harga saham dan perilaku Fear of Missing Out (FOMO). Kondisi tersebut mendorong pentingnya analisis fundamental sebagai dasar pengambilan keputusan investasi yang lebih rasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio pasar dan profitabilitas terhadap risiko investasi saham GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) sebagai upaya mitigasi risiko investasi pada perusahaan go public. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan asosiatif. Data penelitian berupa laporan keuangan dan data historis saham GOTO periode 2022–2025 yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Price Earning Ratio (PER), Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM) berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham, sedangkan Price to Book Value (PBV) tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, rasio pasar dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham dengan nilai signifikansi 0,000 dan koefisien determinasi sebesar 53,0%. Temuan ini menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki peran penting dalam menurunkan risiko investasi, sementara rasio pasar mencerminkan persepsi investor terhadap prospek perusahaan. Dengan demikian, analisis rasio pasar dan profitabilitas dapat digunakan sebagai strategi mitigasi risiko investasi saham sehingga investor dapat mengambil keputusan yang lebih objektif, terukur, dan tidak semata-mata dipengaruhi oleh sentimen pasar maupun popularitas perusahaan.