Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GRAND ETHIOPIAN RENAISSANCE DAM (GERD) SEBAGAI ISU STRATEGISl HUMAN SECURITY DI SUNGAI NIL Ira Wulandari; Mohammed Ghariza Abiyyu Zahran; Muhammad Raihan Irsyad; Yulia Rimapradesi
Jurnal Alternatif - Jurnal Ilmu Hubungan Internasional Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Alternatif : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD) di Sungai Nil telah memicu dinamika geopolitik dan sosial yang signifikan di kawasan Afrika Timur Laut. Ketergantungan Mesir terhadap Sungai Nil menjadikan proyek ini sebagai isu strategis yang menyentuh dimensi keamanan manusia (human security), terutama terkait ketahanan pangan, ekonomi, dan lingkungan masyarakat di sepanjang aliran sungai. Sementara bagi Ethiopia, GERD melambangkan kemandirian ekonomi dan kebangkitan nasional melalui pemanfaatan energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pembangunan GERD memengaruhi stabilitas dan kesejahteraan masyarakat di kawasan Sungai Nil dari perspektif human security. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan, menggunakan data sekunder dari jurnal ilmiah, laporan lembaga internasional, dan dokumen kebijakan mengenai pengelolaan sumber daya air lintas batas. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan menelusuri keterkaitan antara proyek GERD dan aspek-aspek human security, seperti ketahanan pangan, ekonomi, sosial, dan lingkungan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa GERD memiliki implikasi ganda: sebagai peluang kerja sama regional dan sekaligus sumber ketegangan geopolitik akibat ketimpangan persepsi dan akses terhadap sumber daya air. Kerja sama berbasis kepercayaan dan transparansi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat di Lembah Sungai Nil.
DAMPAK INVASI MILITER AMERIKA SERIKAT DI AFGHANISTAND TERHADAP PENINGKATAN EMISI KARBON GLOBAL Mohammad Latief; Yulia Rimapradesi; Muh Zulfadillah Alvarezel
Journal of International Relations Diponegoro Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v10i2.38666

Abstract

Invasi militer Amerika Serikat di Afghanistan merupakan salah satu contoh aktifitas militer tebesar yang pernah terjadi. Tindakan AS tersebut memberikan banyak dampak negatif bagi berbagai pihak. Salah satu dampak yang tidak terlalu diperhatikan ialah kerusakan yang terjadi pada lingkungan. Hal ini dapat terjadi akibat dari penggunaan energi dan bahan bakar yang digunakan selama invasi dilaksanakan. Penelitian ini akan membahas terkait bagaimana dampak dari invasi militer AS di Afghanistan terhadap peningkatan emisi karbon global. Metode yang digunakan ialah penilitian campuran atau yang dikenal dengan mixed methods, yaitu metode yang menggabungkan kedua metode kualitatif dan kuantitatif untuk digunakan secara simultan, sehingga diperoleh data yang lebih valid dan komprehensif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Departemen Pertahanan AS (DOD) merupakan konsumen energi terbesar di AS, bahkan merupakan konsumen minyak terbesar di dunia. Pada tahun 2001, sebagai akibat dari dimulainya invasi besar di Afghanistan, konsumsi energi oleh DOD meningkat, dan pada tahun 2005 mencapai tingkat tertinggi dalam satu dekade. Dari tahun 1975 hingga 2018, total emisi gas rumah kaca DOD lebih dari 3.685 Juta Metrik Ton CO2. Dengan berbagai data yang telah diperoleh ditarik kesimpulan bahwa aktivitas militer yang dilakukan oleh pemerintah AS positif sangat berdampak pada keamanan lingkungan, terkhusus pada peningkatan emisi karbon global.