Media sosial TikTok menjadi platform populer di kalangan masyarakat Situbondo, dan hampir semua lapisan masyarakat menggunakan platform karena kemudahannya dalam membuat dan membagikan video pendek dengan latar musik sebagai sarana hiburan, ekspresi diri, berinteraksi. Pada pemilihan kepala daerah tahun 2024, TikTok tidak hanya digunakan sebagai sarana hiburan, akan tetapi sebagai sarana menyampaikan opini, baik positif, netral, maupun negatif terhadap kandidat. Namun, banyaknya komentar tanpa penyaringan menimbulkan beragam persepsi yang sulit dipetakan. Kondisi ini mendorong penelitian untuk menganalisis sentimen masyarakat melalui pendekatan data mining menggunakan menggunakan Algoritma Naïve Bayes terhadap opnini masyarakat melalui platform Tiktok, sehingga opini publik dapat dikaji secara lebih objektif dan bermanfaat bagi strategi komunikasi politik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimental, dimana pada penelitian sebelumnya membahas isu nasional pada platform X dan Instagram. Pengumpulan data penelitian ini melalui teknik web scraping dari 494 komentar TikTok yang membahas PILKADA Situbondo. Data yang terkumpul diproses melalui tahapan text preprocessing, kemudian diklasifikasikan menggunakan algoritma Multinomial Naive Bayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model klasifikasi berbasis Naive Bayes mampu mengklasifikasikan sentimen dengan akurasi sebesar 70,59%. Kinerja model lebih baik dalam mengidentifikasi sentimen positif dibandingkan netral, yang masih sulit diklasifikasikan secara tepat. Temuan ini membuktikan bahwa metode Naive Bayes cukup efektif dalam pemetaan opini publik berbasis media sosial TikTok, meskipun masih terdapat ruang pengembangan melalui optimalisasi algoritma atau penambahan variasi dataset. Temuan ini dapat dimanfaatkan oleh kandidat, tim kampanye, maupun penyelenggara pemilu dalam merancang strategi komunikasi politik yang lebih tepat sasaran.