Penelitian ini bertujuan untuk mengonstruksi model pelaporan akuntansi karbon berbasis masyarakat dengan mengestimasi nilai valuasi serapan emisi pada Program Sampah Jadi Sedekah (SAJADAH) di Jombang. Model ini dirancang untuk mengungkap kontribusi lingkungan komunitas lokal yang selama ini belum terakomodasi dalam standar akuntansi konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus eksploratif melalui paradigma interpretif. Proses konstruksi model dilakukan melalui tiga tahap utama: identifikasi aktivitas reduksi emisi, kuantifikasi menggunakan faktor emisi standard, serta perancangan format pelaporan yang mengintegrasikan aspek finansial dan sosial-religius. Teknik analisis data menggunakan analisis isi dan tematik dengan kerangka Triple Bottom Line yang dimodifikasi melalui aspek Prophetic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode Maret 2026, Program SAJADAH berhasil mengelola 775 kg sampah yang secara ekonomi bernilai Rp 1.776.000. Dari perspektif akuntansi karbon, aktivitas ini setara dengan reduksi emisi sebesar 1.206,90 kgCO 2e. Penelitian ini berhasil menyusun "SAJADAH Carbon Scorecard" sebagai instrumen pelaporan yang mentransformasi persepsi masyarakat terhadap sampah dari sekadar limbah menjadi aset karbon dan sedekah ekologis (amal jariyah yang terukur). Konstruksi pelaporan ini membuktikan bahwa standar global seperti GHG Protocol dapat diadaptasi ke dalam program komunitas lokal untuk mendukung target Net Zero Emission nasional. Model ini memberikan transparansi bagi masyarakat dan pemangku kepentingan mengenai dampak lingkungan nyata dari aktivitas sosial berbasis religi.