Adhila Fayasari
Program Studi S1 Gizi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Jenis Makanan terhadap Kejadian Dispepsia Fungsional pada Remaja di Yogyakarta (Studi Komparatif Rural dan Urban) Fathiya Hanan Hafidhah; Adhila Fayasari
Journal Malnutrition, Public Health and Local Wisdom Nutrition Vol. 1 No. 1 (2026): Journal Malnutrition, Public Health and Local Wisdom Nutrition
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/jmphlwn.v1i1.107

Abstract

Dispepsia adalah kumpulan gejala nyeri atau ketidaknyamanan di perut, disertai mual, muntah, kembung, mudah kenyang, merasa penuh, dan sendawa berulang atau kronis. Salah satu faktor yang mempengaruhi dyspepsia adalah pola makan dan jenis makanan. Remaja mampu memilih dan memilah makanan yang mereka konsumsi, namun seringkali masih ditemukan bahwa remaja memiliki pola makan yang tidak tepat. Untuk menganalisis hubungan antara pola makan dan jenis makanan dengan insidensi dyspepsia fungsional pada siswa SMA di daerah pedesaan dan perkotaan di Yogyakarta. Studi ini menggunakan desain cross-sectional pada Januari-Februari 2025. Subjek penelitian ini adalah siswa di Yogyakarta dengan total 201 siswa yang mewakili daerah perkotaan dan pedesaan dengan teknik sampling purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola makan, kuesioner gejala dispepsia, dan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-square dan korelasi Spearman dengan α 5%. Prevalensi dispepsia sebesar 48% di daerah perkotaan dan 47,5% di daerah pedesaan. Pada kelompok perkotaan, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan jenis makanan dengan dispepsia (p>0,05). Sementara pada kelompok pedesaan, faktor jumlah makanan, jenis makanan pedas, dan minuman bersoda secara signifikan terkait dengan insidensi dispepsia (p<0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan jenis makanan dengan insidensi dispepsia di daerah perkotaan, namun terdapat hubungan yang signifikan pada variabel jumlah makanan, frekuensi konsumsi makanan pedas, dan minuman bersoda dengan insidensi dispepsia di daerah pedesaan. Kata kunci: Dispepsia, Remaja, Kebiasaan makan, Jenis makanan