Permainan Spelling Bee dapat dianggap sebagai metode yang efektif untuk mengajarkan penguasaan kosakata kepada siswa SMP melalui kegiatan yang menyenangkan dan interaktif. Siswa tidak hanya didorong untuk menghafal kosakata, tetapi juga untuk mengeja dan mengucapkannya dengan benar. Dalam penelitian ini, siswa kelas VII menghadapi beberapa masalah seperti kesulitan memahami bentuk kata dalam bahasa Inggris, keterbatasan kosakata, dan pelafalan yang kurang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatasi masalah tersebut dan meningkatkan penguasaan kosakata siswa melalui penerapan permainan Spelling Bee. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi pada setiap siklus. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus karena target peningkatan belum tercapai pada siklus pertama. Subjek penelitian ini adalah 28 siswa kelas 7. Data kualitatif diperoleh melalui observasi dan catatan lapangan, sementara data kuantitatif diambil dari nilai pre-test dan post-test siswa. Hasil data kualitatif menunjukkan bahwa siswa lebih antusias dan aktif dalam proses pembelajaran melalui permainan Spelling Bee. Hasil data kuantitatif menunjukkan peningkatan penguasaan kosakata siswa, dengan rata- rata nilai kelas meningkat dari 65,00 pada pre-test menjadi 84,59 pada post-test siklus kedua. Selain itu, 85,71% siswa mencapai kriteria ketuntasan minimal pada akhir siklus kedua. Hasil ini menunjukkan bahwa kriteria keberhasilan telah tercapai. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan permainan Spelling Bee dapat menjadi metode alternatif yang efektif untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa dalam suasana belajar yang menyenangkan dan memotivasi.