Motivasi belajar sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran. Penelitian ini berfokus pada rendahnya motivasi belajar peserta didik kelas VIII-C SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, terutama saat pembelajaran berlangsung pada akhir jam siang, yang dapat menyebabkan kejenuhan. Beberapa peserta didik kesulitan mempertahankan motivasi peserta didik di jam terakhir pembelajaran dengan sistem sekolah full day. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi peserta didik melalui pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dan Teaching at The Right Level (TaRL), yang dikombinasikan dengan permainan Tapak Gunung pada materi menganalisis unsur teks cerita fiksi. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dengan dua siklus. Subjek penelitian adalah 24 peserta didikkelas VIII-C SMP Muhammadiyah 4 Gadung Surabaya. Teknik pengumpulan data meliputi angket motivasi belajar, observasi, dan lembar respon yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung dan mengonversi skor angket ke dalam bentuk persentase. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian pada pra siklus peserta termotivasi sebesar 50%, siklus I 70,83%, dan siklus II 87,5% terjadi peningkatan motivasi belajar yang signifikan karena peserta didik antusias dan kompetitif dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian yang sudah dilakukan pada dua siklus dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dan Teaching at the Right Level (TaRL) berbasis permainan Tapak Gunung efektif dalam meningkatkan motivasi dan keaktifan belajar peserta didik kelas VIII-C SMP Muhammadiyah 4 Surabaya.