This Author published in this journals
All Journal Jurnal El-Idaarah
Muhammad Aliyakub Fallo
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah Mojokerto

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN TEKNOLOGI AI DALAM MANAJEMEN PEMASARAN CETAK DI RUMAH PRODUKSI TENUN NTT-INANDAO Stemri Yulesen Solle; Muhammad Aliyakub Fallo; Siti Khusnul Rofiah
El-Idaarah Vol 5 No 2 (2025): VOL 5 NO 2 (2025) : NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Produksi Tenun NTT-INANDAO, sebagai salah satu merek tenun premium dari NTT, dihadapkan pada tantangan unik dalam manajemen pemasaran cetaknya. Meskipun menghasilkan materi promosi berkualitas tinggi, praktiknya masih konvensional dan tidak efisien, yang sering kali mengakibatkan pemborosan biaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) untuk mengatasi tantangan spesifik ini di INANDAO. Melalui pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan dari wawancara mendalam dengan berbagai tingkatan personil, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, lalu dianalisis secara tematik. Hasilnya menunjukkan bahwa INANDAO menghadapi paradoks antara citra premium dan inefisiensi operasional, yang dapat diselesaikan melalui predictive analytics AI. Namun, implementasi AI terhambat oleh kesenjangan antara visi digital pendiri dan kapabilitas tim di lapangan. Di sisi lain, AI memiliki potensi besar untuk memungkinkan hyper-personalization bagi klien global INANDAO. Temuan paling krusial adalah kekhawatiran mendalam para perajin INANDAO bahwa AI dapat mengikis keaslian dan "jiwa" budaya yang menjadi inti nilai merek mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bagi INANDAO, implementasi AI hanya akan berhasil jika diposisikan sebagai alat augmentation (peningkatan kapasitas) yang memperkuat peran manusia dalam kreativitas dan pelestarian budaya, bukan sebagai pengganti, sehingga memungkinkan peningkatan daya saing global tanpa mengorbankan warisan yang menjadi fondasi merek