Penelitian ini dilatar belakangi oleh beberapa permasalahan, diantaranya yaitu kurangnya motivasi belajar siswa, kurangnya konsentrasi siswa pada saat proses pembelajaran, terdapat siswa yang kurang aktif pada saat pembelajaran berlangsung, serta siswa yang kurang memperhatikan guru pada saat pembelajaran berlangsung jika hanya dengan metode ceramah saja, sehingga membuat siswa merasa jenuh dan bosan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektivitas model pembelajaran akidah akhlak, bagaimana motivasi belajar siswa serta bagaimana faktor pendukung dan penghambat model pembelajaran make a match dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak diMAN 1 Garut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dimana dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) model pembelajaran make a match efektif digunakan pada mata pelajaran akidah akhlak di MAN 1 Garut. Dibuktikan dengan dengan adanya peningkatan hasil belajar, peningkatan semangat belajar siswa, peningkatan pemahaman, adanya sikap-sikap positif yang terbangun didalamnya yaitu bergotong-royong, komunikasi dan diskusi. Model pembelajaran ini tidak secara langsung telah memaksa anak-anak untuk memahami konsep tertentu, serta adanya peningkatan baik itu dari nilai siswa, motivasi maupun pemahaman serta keaktifan siswa dalam belajar pada mata pelajaran akidah akhlak, (2) motivasi belajar siswa di MAN 1 Garut baik di atas rata-rata, motivasi belajar siswa meningkat jika pembelajarannya tidak menggunakan cara yang sama berulang kali, artinya motivasi siswa ini sebetulnya tinggi jika gurunya memberikan sesuatu metode yang menarik, lingkungan belajar, sarana prasaran, serta dari faktor internal dan ekstrenal, (3) faktorpendukung model pembelajaran make a match dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak di MAN 1 Garut yaitu resfon siswa yang sangat tinggi, sarana dan prasarana, jam pelajaran pertama/pagi hari,meningkatkan keaktifan siswa, meningkatkan motivasi belajar siswa,m eningkatkan semangat belajar, memudahkan siswa dalam mengingat materi,dan lebih fokus dalam pembelajaran. faktor penghambatnya yaitu tidak semua siswa ikut berinteraksi, IQ, kondisi latar belakang siswa, suasana kelas, pemanfaatan waktu dan kekondusipan kelas.