Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan olah tubuh dalam kegiatan ekstrakurikuler seni tari, khususnya Tari Persembahan Melayu Riau, di MTs Masmur Pekanbaru pada tahun ajaran 2024/2025. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menggambarkan proses pelatihan yang mencakup tiga tahapan utama, yaitu pemanasan, latihan inti, dan pendinginan. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu pukul 10.00–12.00 WIB dengan melibatkan tujuh siswa kelas VII sebagai subjek. Tahap pemanasan berguna untuk mempersiapkan kondisi fisik siswa dan mencegah cedera, latihan inti difokuskan pada peningkatan teknik dan kekuatan fisik saat menari, sedangkan pendinginan bertujuan untuk merilekskan otot dan menyeimbangkan kembali kondisi tubuh. Materi yang diajarkan mencakup teknik dasar tari tradisional dan latihan olah tubuh, disampaikan melalui metode ceramah dan demonstrasi oleh pembina. Fasilitas penunjang kegiatan seperti ruang latihan, perangkat audio, dan gawai dinilai memadai. Penilaian dilakukan secara langsung oleh pembina dengan menggunakan skala kualitatif (A-D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan olah tubuh secara konsisten berkontribusi besar terhadap kesiapan fisik, keterampilan tari, motivasi, dan rasa percaya diri siswa. Selain itu, kegiatan ini turut memperkuat pelestarian budaya lokal di lingkungan sekolah. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi olah tubuh dalam pengembangan ekstrakurikuler seni tari sebagai upaya pembinaan karakter dan pelestarian warisan budaya.