Yahyar Erawati
Universitas Islam Riau Pekanbaru

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Olah Tubuh Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Tari (Persembahan Melayu Riau) DI MTs Masmur Pekanbaru Provinsi Riau TA 2024/2025 Nadia Oktaviona; Yahyar Erawati
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan olah tubuh dalam kegiatan ekstrakurikuler seni tari, khususnya Tari Persembahan Melayu Riau, di MTs Masmur Pekanbaru pada tahun ajaran 2024/2025. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menggambarkan proses pelatihan yang mencakup tiga tahapan utama, yaitu pemanasan, latihan inti, dan pendinginan. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu pukul 10.00–12.00 WIB dengan melibatkan tujuh siswa kelas VII sebagai subjek. Tahap pemanasan berguna untuk mempersiapkan kondisi fisik siswa dan mencegah cedera, latihan inti difokuskan pada peningkatan teknik dan kekuatan fisik saat menari, sedangkan pendinginan bertujuan untuk merilekskan otot dan menyeimbangkan kembali kondisi tubuh. Materi yang diajarkan mencakup teknik dasar tari tradisional dan latihan olah tubuh, disampaikan melalui metode ceramah dan demonstrasi oleh pembina. Fasilitas penunjang kegiatan seperti ruang latihan, perangkat audio, dan gawai dinilai memadai. Penilaian dilakukan secara langsung oleh pembina dengan menggunakan skala kualitatif (A-D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan olah tubuh secara konsisten berkontribusi besar terhadap kesiapan fisik, keterampilan tari, motivasi, dan rasa percaya diri siswa. Selain itu, kegiatan ini turut memperkuat pelestarian budaya lokal di lingkungan sekolah. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi olah tubuh dalam pengembangan ekstrakurikuler seni tari sebagai upaya pembinaan karakter dan pelestarian warisan budaya.
Penggarapan Tari Kreasi (Semah Tanah) Karya Yahyono Sanggar Jaya Sri Bestari Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau Nurhaliva; Yahyar Erawati
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seperti apa Penggarapan Tari Kreasi (Semah Tanah) Karya Yahyono Sanggar Jaya Sri Bestari Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir Rrovinsi Riau. teori yang di gunakan adalah teori Alma M Hawkins dalam buku Yadi Sumandiyo (2012: 70) tentang Penggarapan Tari dengan tiga tahapan yaitu eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan gerak. Metode yang di gunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis deksriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang di lakukan secara langsung kepada Yahyono selaku koreografer Sanggar Jaya Sri Bestari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggarapan Tari Semah Tanah terdiri dari ide, konsep, tema dan gerak, busana tari, musik, properti dan aksesoris yang sudah di tentukan dalam Tari Semah Tanah ini. Tari Semah Tanah berfokus pada gerakan-gerakan yang di lakukan oleh masyarakat Bagansiapiapi dalam melakukan Semah Tanah. Properti yang di gunakan dalam Tari Semah Tanah ini berupa “ancak”yang merupakan tempat atau wadah yang berisikan bunga, beras kunyit, tepung tepuk tawar, botih (padi yang sudah disangrai) buluh kuning (bambu kuning) yang di mana merupakan properti berfungsi untuk membentuk atap rumah sebagai simbol dari Semah Tanah . Adapun aksesoris yang di gunakan berupa bonang tigo ono yang di pakai oleh penari laki-laki dan juga hiasan dibadan hingga leher yang berwarna keemasan yang dimana terkesan mewah dan untuk perempuan juga menggunakan aksesoris yang di mana ada bonang tigo ono,bunga berwaran merah,sanggul dan jalinan janur kelapa yang di lilitkan pada bagian kepala penari.. Terdapat lima ragam gerak yaitu gerakan yang pertama prosesi Semah Tanah, gerakan yang kedua gerak pengharapan kepada tuhan, gerakan yang ketiga gerak memagar tanah secara sakral, gerakan yang keempat berdo’a, gerakan yang kelima gerak tabur.