Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Integrasi AI menawarkan peluang untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui akses informasi yang cepat, pembelajaran adaptif, serta peningkatan motivasi belajar peserta didik. Namun demikian, pemanfaatan AI juga menghadirkan tantangan, khususnya terkait risiko pembelajaran instan, berkurangnya refleksi kritis, dan melemahnya internalisasi nilai-nilai spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dualisme peran AI sebagai peluang sekaligus ancaman dalam mendorong pembelajaran mendalam (deep learning) pada bidang studi PAI. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI dapat memperkuat aspek kognitif, afektif, dan motivasi belajar apabila digunakan secara terarah dan dibimbing oleh guru. Namun, tanpa pengawasan pedagogis dan etika yang memadai, AI berpotensi menghambat pembelajaran mendalam dan pembentukan karakter religius. Oleh karena itu, pemanfaatan AI dalam PAI perlu dikelola secara kritis, reflektif, dan berorientasi pada internalisasi nilai