Mukhlis Lubis
FKIP UGN Padangsidimpuan, Sumatera Utata, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hata Andung dalam Budaya Mandailing: Kajian Historis dan Makna Sosial Mukhlis Lubis
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 4 (2026): Advances In Education Journal (Februari)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hata Andung merupakan tradisi lisan masyarakat Mandailing berupa ratapan atau nyanyian duka dalam upacara kematian yang mengandung nilai historis, sosial, dan budaya. Selain sebagai media ekspresi kesedihan, Hata Andung berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai adat, moral, dan identitas budaya. Namun, seiring modernisasi dan perubahan pemahaman sosial-keagamaan, praktik Hata Andung semakin jarang dilakukan dan berpotensi mengalami kepunahan. Penelitian ini bertujuan mengkaji sejarah dan perkembangan Hata Andung serta mengungkap makna sosialnya dalam budaya Mandailing. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah dan sejarah lisan. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Data diperoleh melalui wawancara dengan inang parandung, tokoh adat, dan tokoh masyarakat, serta didukung oleh sumber pustaka dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, dengan keabsahan data dijamin melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hata Andung merupakan bagian penting dari sistem adat Mandailing yang berfungsi sebagai media ungkapan duka, penguat solidaritas sosial, dan sarana pewarisan nilai budaya. Dalam perkembangannya, praktik Hata Andung mengalami penyempitan ruang pelaksanaan dan kini hanya bertahan secara terbatas. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian melalui dokumentasi, pendidikan budaya lokal, serta penguatan peran adat dalam kehidupan masyarakat Mandailing.