Tujuan dari penelitian literatur ini adalah untuk menyelidiki makna, bahasa, dan interaksi simbolik dalam memahami elemen komunikasi dalam ritual sedekah laut yang dilakukan di Pantai Kertojayan, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Model komunikasi ritual terdiri dari elemen-elemen komunikasi ini dan digunakan sebagai cara untuk mempertahankan nilai-nilai budaya tradisional di kalangan masyarakat. Ritual ini berkembang menjadi suatu kebiasaan (tindakan turun-temurun) yang menggabungkan elemen komunikasi transendental dalam konteks ini. Ritual sedekah laut adalah sinkronisasi adat istiadat dengan tindakan atau perilaku yang direncanakan, terutama adat Jawa bagi penduduk pesisir pantai selatan. Untuk tujuan penelitian ini, penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi secara kualitatif, sudut pandang interpretatif, dan teori pendekatan interaksionisme simbolik. Pendekatan ini didasarkan pada tiga premis utama George Herbert Mead tentang pikiran (Mind), diri (Self), dan berasal dari masyarakat (Society), yang masing-masing menekankan simbol, hubungan, dan interaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual sedekah laut melambangkan rasa terima kasih dan permohonan perlindungan kepada Sang Pencipta dari simbol-simbol yang diciptakan. Nilai-nilai budaya yang dilestarikan oleh masyarakat kemudian menjadi objek wisata budaya bahari di Kabupaten Purworejo.