Desain Komunikasi Visual (DKV) sangat penting untuk pembentukan citra dan persepsi merek, terutama dalam ekosistem media sosial yang bergantung pada interaksi visual. Produsen susu Anmum Indonesia, yang menyasar demografi ibu muda, menggunakan Instagram sebagai platform digital untuk menyampaikan nilai produk melalui cara yang konsisten dan visual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana elemen-elemen DKV, yaitu warna, tipografi, tata letak, dan grafis, diintegrasikan ke dalam pendekatan branding Anmum Indonesia di platform media sosial, dan bagaimana penggabungan ini membentuk persepsi audiens tentang nilai merek. Dengan menggunakan teori desain visual dan psikologi konsumen, penelitian ini dilakukan melalui analisis konten visual kualitatif terhadap sejumlah unggahan Instagram resmi Anmum Indonesia dari tahun 2024 hingga 2025. Hasilnya menunjukkan bahwa metode visual Anmum Indonesia di platform sosial medianya secara konsisten menciptakan cerita yang dekat secara emosional dengan audiens. Dengan warna-warna lembut yang digunakan, karakter yang hangat dan penuh empati ditampilkan, tipografi serif digunakan untuk membuat tulisan lebih mudah dibaca dan memberikan kesan akrab nan feminim, dan tata letak dan elemen ilustratif menciptakan harmoni visual yang mendukung cerita merek. Penggunaan figur ibu dan anak dalam konten visual menghasilkan ikatan emosional yang lebih kuat dan audiens lebih terlibat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa untuk menumbuhkan loyalitas dan persepsi positif terhadap merek di dunia digital, desain visual yang terencana sangat penting.