Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana audiens terlibat dengan konten ritual di kanal YouTube Budaya Channel Baline Channel, yang berfungsi sebagai media yang membantu melestarikan tradisi Hindu di tengah era globalisasi. Teori penggunaan dan pembayaran digunakan dalam penelitian ini, yang dilakukan melalui pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dari 75 video yang dianalisis menggunakan metrik keterlibatan seperti jumlah penayangan, tanda suka, dan komentar. Penelitian menemukan bahwa rata-rata penayangan untuk setiap video adalah 3.120, dengan tanda suka rata-rata 24,75, dan komentar rata-rata 2,10. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar audiens tetap bertindak sebagai konsumen pasif. Kualitas thumbnail, konsistensi produksi, dan waktu publikasi adalah faktor luar yang lebih mempengaruhi keterlibatan daripada durasi video atau jenis ritual yang ditampilkan. Konten bertema Pitra Yajna menunjukkan tingkat keterlibatan yang paling tinggi, menunjukkan pentingnya nilai budaya untuk menarik perhatian audiens. Audiens memanfaatkan kanal ini untuk memenuhi kebutuhan informasi, pendidikan, dan pemahaman keagamaan dari sudut pandang manfaat dan keuntungan. Penelitian ini menemukan bahwa YouTube dapat memperkuat perannya sebagai media pelestarian tradisi Hindu dengan meningkatkan keterlibatan audiens dengan mengoptimalkan elemen visual, memilih tema yang relevan, dan menggunakan strategi publikasi yang tepat.
Copyrights © 2026