Dimas Nanda Pamungkas
Universitas Muhammadiyah Gresik

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbaikan Mesin Diesel Cummins KTA 38 G5 Sebagai Penggerak Generator di Power Plant PPSDM MIGAS Cepu Dimas Nanda Pamungkas; Alviani Permata Ningtyas, S.T., M.Sc.
ENIGMA: Engineering in Green Machinery Vol. 2 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/enigma.v2i1.9871

Abstract

Pembangkit listrik merupakan salah satu yang terdapat di PPSDM MIGAS Cepu yang bergerak di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) adalah pembangkit listrik yang menggunakan mesin diesel sebagai penggerak awal (prime mover). Prime merupakan peralatan yang mempunyai fungsi untuk menghasilkan energi mekanis yang diperlukan untuk memutar generator. Unit pembangkit listrik merupakan unit yang memegang peranan penting di PPSDM MIGAS dikarenakan memiliki tugas sebagai pendistribusi kelistrikan dan bekerja selama 24 jam dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan di unit pembangkit listrik, kantor dan terutama di unit Kilang serta unit yang lainnya. Komponen utama dalam mesin diesel terdiri dari silinder liner, kepala silinder, torak (piston), batang engkol, poros engkol , roda gila, poros nok, karter, sistem bahan bakar, ring piston dan juga memiliki beberapa sistem pendukung meliputi Fuel injenction system, cool system, lubrication system, dan air intake system. Masalah atau kegagalan yang ditemui selama penelitian adalah ditemukannya beberapa masalah serius yang bisa berdampak pada kinerja mesin diesel, diantaranya adalah suhu pendingin diatas normal dan terjadinya kerusakan pada camshaft. Penyebab terjadinya kedua masalah tersebut berbeda-beda. Suhu pendinginan di atas normal di sebabkan adanya kebocoran selang di salah satu bagian, camshaft rusak dan penyebab keausan tersebut termakan usia dan pelumasan kurang baik, dampak dari pecahnya sistem selang pendinginan di antaranya adalah kinerja menurun dan over heat, sedangkan dampak dari camshaft rusak adalah efisiensi dari camshaft menurun.